Pixel Code jatimnow.com

Sederet Upaya Polisi Profiling Pelaku Perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Petugas Labfor melakukan identifikasi di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso (Foto: Antok for jatimnow.com)
Petugas Labfor melakukan identifikasi di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso (Foto: Antok for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Khusus dari Ditreskrimum Polda Jatim dan Satreskrim Polres Blitar Kota melakukan profiling identitas pelaku perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso.

Proses profiling pelaku perampokan ini dilakukan polisi berdasarkan pengambilan sidik jari yang tertinggal di sejumlah benda di rumah dinas itu.

Dari hasil identifikasi, para pelaku tidak menggunakan sarung tangan. Sehingga polisi dapat mengambil sampel sidik jari yang tertinggal di pintu maupun lemari milik Santoso yang digunakan untuk menyimpan tas berisi uang sekitar Rp400 juta, yang digondol pelaku.

"Profiling ini kami lakukan berdasarkan hasil pengambilan uji sampel sidik jari para pelaku yang ada di rumah dinas," ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Argo Wiyono, Kamis (15/12/2022).

Selain menggunakan sidik jari, proses profiling pelaku juga menggunakan keterangan sejumlah saksi. Sejauh ini polisi telah memeriksa 30 orang saksi berkaitan dengan kasus perampokan pada Senin (12/11/2022) dinihari itu.

30 orang saksi ini di antaranya Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya, serta 3 orang penjaga yang merupakan anggota Satpol PP.

Baca juga:
Peran Samanhudi dalam Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar

"Dari keterangan sejumlah saksi juga kami gunakan untuk bahan profiling indentitas pelaku," imbuhnya

Polisi juga terus menganalisa rekaman CCTV yang menjadi salah satu kunci untuk mengunggkap identitas pelaku.

Argo memastikan bahwa saat ini tim khusus masih terus bekerja. Pengejaran terhadap pelaku juga tengah dilakukan.

Baca juga:
Samanhudi Ajukan Praperadilan Usai Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Perampokan

Koordinasi dengan pemerintah sekitar wilayah Blitar juga sudah dilakukan untuk mengetahui arah pelarian dari para pelaku, yang sebelumnya diidentifikasi ke arah Malang.

"Kami pastikan tim sedang bekerja dan semua mengarah ke hal yang positif. Doakan saja secepatnya terungkap," tegas dia.

Argo juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui informasi mengenai pelaku untuk segera melapor dan tidak menyebar luaskan ke media sosial. Sehingga kasus perampokan dan penyekapan Wali Kota Blitar Santoso ini bisa segera terungkap.