Pixel Code jatimnow.com

Kendalikan Harga Pangan, Pemprov Jatim Gelontorkan 300 Ton Beras

Editor : Rochman Arief Reporter : Ni'am Kurniawan
Pasar murah yang dibuka Pemprov Jatim diharapkan bisa mengontrol harga kebutuhan. (foto: Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Pasar murah yang dibuka Pemprov Jatim diharapkan bisa mengontrol harga kebutuhan. (foto: Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan antisipasi terjadinya inflasi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan tahun baru. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar guna mengontrol harga kebutuhan pangan.

Plt Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Iwan memastikan program operasi pasar tetap berlangsung pada hari Natal dan tahun baru 2023.

Melihat hal itu, Pemprov Jatim menambah stok bahan pokok dalam pasar murah saat Natal, yang meliputi 300 ton beras, 40 ribu liter minyak goreng, dan 30 ton gula.

"Sejauh ini warga Jatim masih membutuhkan program tersebut," katanya, Jumat (23/12/2022).

Sebelumnya, Pemprov Jatim telah memperkuat ketersediaan bahan pokok guna mengendalikan harga. Harapannya daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mengontrol inflasi agar tidak terlalu tinggi.

Penggelontoran kebutuhan bahan pokok pokok berlangsung di 25 pasar tradisional di Jawa Timur. Selain itu, pedagang yang menjadi mitra turut melayani masyarakat untuk menjaga ketersediaan barang pada Nataru.

Baca juga:
Pemprov Jatim Gandeng Pusat Awasi Kepatuhan Pajak Warganya

Sementara itu, Direktur Utama PT Jatim Grha Utama (JGU), Mirza Muttaqien, selaku pelaksana program menjelaskan bahwa operasi pasar yang digelar sejak akhir September lalu mendapat respons positif dari masyarakat.

"Terbukti, penjualan bahan pokok melalui program tersebut cukup besar," katanya.

Hingga hari ini, beras yang terjual sekitar 1.300 ton, disusul minyak goreng 435 ribu liter lebih, gula 281 ribu kilogram lebih, bawang merah 3 ribu kilogram lebih, dan cabai rawit 7oo kilogram lebih. Jumlah itu dipastikan bakal bertambah, lantaran program masih berlangsung dan kebutuhan masyarakat masih cukup besar.

Baca juga:
Inflasi Kota Kediri Stabil, Waspada Harga Beras dan Cabai

Sebelumnya, program yang merupakan perwujudan inisiatif, kolaborasi, dan inovasi (IKI) itu mendapat apresiasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Momentum penerapan program tersebut sangat tepat, yakni mengontrol harga pascakenaikan harga BBM.

Berdasarkan catatan BPS Jatim, inflasi pda bulan November sebesar 0,34 (mtm) yang dipicu naiknya indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,38 persen. Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 9,12 persen.