Pixel Code jatimnow.com

Tren Fesyen Muslim 2023, Warna Jreng Hadir Kembali

Editor : Rochman Arief Reporter : Yanuar Dedy
Fashion enthusiast asal Kediri, Lifiya Sandra saat mengenakan produk monogram series. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Fashion enthusiast asal Kediri, Lifiya Sandra saat mengenakan produk monogram series. (foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dunia fesyen muslim terus berkembang. Perkembangan ini melahirkan beragam tren yang menjadi acuan kaum Hawa dalam berpenampilan. Demikian juga yang tinggal di Kediri, kota yang tengah berkembang.

Menurut fashion enthusiast Lifiya Sandra, mengatakan bahwa warna terang tahun 2023 mendatang diprediksi kembali hadir dan banyak diminati. Warna jreng ini sebelumnya pernah populer dalam tren fashion tahun 2000-an awal.

“Nggak terlalu jauh sebenarnya dengan tahun 2022, ya. Tren warna pastel akan tetap ada, tapi ada warna-warna baru dan juga bertambah warna-warna terang yang bakal hadir,” ujar Lifiya Sandra, Sabtu (24/12/2022).

Warna-warna itu seperti pink fuchsia, beragam varian warna kuning seperti kuning lemon, olive, mustard, dan warna lainnya.

Untuk model, Lifiya menyebut pada 2023 nanti tren warna fesyen lebih pada busana casual.

Saat ini brand-brand fesyen muslim mulai menciptakan model casual untuk daily use atau digunakan sehari-hari.

Termasuk gamis-gamis feminim dengan cuttingan lebih simpel.

“Ada juga gamis yang lebih multifungsi ya, kalau dikancing jadi gamis kalau dibuka bisa jadi outter. Itu juga lagi banyak diminati sepertinya,” tambah Lifiya, owner Galeri Elzatta dan Dauky di Kediri.

Bukan hanya polos, pattern bunga-bunga juga diprediksi bakal ramai. Termasuk yang terbaru adalah pattern monogram, di mana setiap brand saat ini meng-create logo menjadi motif.

Baca juga:
Wow! Produk Fashion Bergenre Otomotif asal Sidoarjo Kebanjiran Order Tahun 2023

Seperti yang terlihat pada keluaran terbaru Elzatta ‘The Luxury Monogram’ atau monogram series dari Dauky yang memodifikasi logo huruf D menjadi motif keren.

“Kalau sekarang pattern jadi ramai lagi, bunga-bunga sama monogram. Jadi brand ini menciptakan logo jadi motif. Dulu di scraf saja, sekarang motif ini sudah ke baju,” terangnya.

Selain warna dan model, bahan juga akan memengaruhi pemilihan busana muslim. Menurut Lifiya, sekarang konsumen lebih peduli dengan bahan yang dikenakan.

“Sekarang orang lebih care ke bahan,” katanya.

Baca juga:
Java Fashion Harmony 2022 Bromo: Wisdom to Majestik

Lifiya menilai tren fesyen di Kediri akan terus berkembang. Di galeri miliknya, Elzatta dan Dauky yang berpusat di Jalan Joyoboyo Kota Kediri perlahan mulai meningkat pasca-pandemi Covid-19.

Dia juga melihat ada perubahan kebiasaan masyarakat di tengah tren yang terus berkembang. Di mana masyarakat membeli busana untuk sehari-hari, bukan hanya dikenakan saat acara-acara tertentu.

“Setelah pandemi sudah naik 60 persen lah. Pelan-pelan itu terlihat,” tegas Lifiya.

Dia optimis angka itu terus tumbuh seiring meningkatnya daya beli masyarakat termasuk kesadaran wanita di Kediri untuk tampil elegan setiap saat.