Pixel Code jatimnow.com

Terlibat Penganiayaan, Pemuda di Bojonegoro Diringkus Polisi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Misbahul Munir
Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad bersama Ketua Cabang PSHT Bojonegoro Kang Mas Wahyu Subakyo, Ketua Cabang Pagar Nusa Bisri Choiron dan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arm Arif Yudho
Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad bersama Ketua Cabang PSHT Bojonegoro Kang Mas Wahyu Subakyo, Ketua Cabang Pagar Nusa Bisri Choiron dan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arm Arif Yudho

jatimnow.com - Seorang pemuda berinisial NA, warga Kecamatan Kalitidu dibekuk Satreskrim Polres Bojonegoro, lantaran terlibat penganiayaan.

NA diamankan pada Jumat (6/1/2023) karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Choirul Misbah (20), warga Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (5/1/2022).

"Pagi tadi, penyidik kami berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang terjadi di Gang Masjid Al Ilyas Desa Panjunan. Pelaku diamankan di rumah beserta barang bukti," ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad.

Muhammad mengungkapkan, setelah mendapat laporan, Satreskrim Polres Bojonegoro langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

Baca juga:
Dua Pengeroyok Jurnalis di Surabaya Ditangkap, Ini Identitasnya

"Terduga pelaku diamankan di kediamannya dini hari tadi sekitar pukul tiga," bebernya.

Selain mengamankan terduga pelaku, lanjut Muhammad, Satreskrim Polres Bojonegoro juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya berupa pakaian yang digunakan pelaku dan sebilah golok.

Baca juga:
Sidang Perdana Kasus Santri Terbakar di Pasuruan Digelar Jumat Pekan Ini

"Penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro telah melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka berinisial NA dan dilakukan penahanan di Rutan Negara Polres Bojonegoro terkait tindak pidana penganiayaan," terang dia.

"Kami berharap kepada saudara-saudara kami, untuk bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Mari bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas Kabupaten Bojonegoro tetap Kondusif. Percayakan kepada kami untuk proses hukum lebih lanjut," pungkas Muhammad.