Pixel Code jatimnow.com

Balita di Jombang Tewas Tenggelam, Penjelasan Kades Begini

Editor : Rochman Arief Reporter : Elok Aprianto
Lokasi tenggelamnya balita di dam Kali Bening, Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Lokasi tenggelamnya balita di dam Kali Bening, Jombang. (foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Balita berinisial TA (4,5), anak pasangan dari Budi Suryanto dan Putri Alami, warga Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, ditemukan tewas tenggelam di Dam Kali Bening.

Menurut keterangan Subianto (47), warga setempat yang menolong balita menjelaskan, ia mendengar teriakan orang meminta tolong pada pukul 11.00 WIB.

"Ada anak memanggil-manggil nama bapaknya, katanya ada anak tenggelam. Terus dia lari saya ikuti berlari. Setelah itu, baru tahu ada anak terapung di sungai," ungkapnya, Jumat (13/1/2023).

Ia menyebut pertama kali melihat jenazah korban sudah dalam kondisi tengkurap di tengah sungai.

"Kondisinya tengkurap, dan badannya sudah membiru, terus kita bawa ke Puskesmas," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kedalaman sungai tersebut diperkirakan lebih dari 1 meter.

Sementara itu, Dimas Wahyu Ramadhana selaku Kepala Desa Tanggalrejo membenarkan peristiwa meninggalnya salah satu balita yang ada di dusun Kali Bening, akibat tenggelam.

Baca juga:
Penipuan Berkedok Lowongan Kerja di Bandara Kediri, Pria asal Diwek Dibui

Lebih lanjut ia mengatakan sebelumnya balita tersebut pamit ke orang tuanya membeli makanan. Yang letak rumahnya tak jauh dari lokasi balita tenggelam.

"Anak kecil itu tadi pamit beli jajan. Kayaknya dia (korban) pipis, terus terpeleset. Dan lama gak pulang-pulang, ternyata ditemukan mengapung di sungai," bebernya.

"Korban ini rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan. Ya sekitar 150 meter," sambungnya.

Dimas Wahyu menduga jika bocah tenggelam tersebut, sedang buang air kecil kemudian terpeleset. Ia menambahkan, kebanyakan anak kecil bila mandi di sungai, seluruh pakaiannya dilepas.

Baca juga:
Bukan Bencana Alam, Ini Penyebab Harga Beras di Jombang Naik

"Sepertinya kencing, terus terpeleset. Nah saat ditemukan pakaiannya lengkap, masih memakai baju dan celana," bebernya.

Ia mengaku pertama kali ditemukan warga, korban sudah dalam kondisi meninggal dan mengapung di sungai. Namun untuk memastikannya, mayat balita sempat dilarikan ke Puskesmas Miagan.

"Tadi dibawa ke puskesmas untuk mengetahui masih hidup apa tidak. Ya ternyata sudah meninggal," pungkasnya.