Pixel Code jatimnow.com

Ekspansi ke Surabaya, Grouu Dukung Program Tekan Stunting

Editor : Rochman Arief Reporter : Ni'am Kurniawan
Nutrisi yang dihadirkan Grouu diharapkan bisa mendukung program pemerintah menjadikan Surabaya zero stunting. (foto: Grouu for jatimnow.com)
Nutrisi yang dihadirkan Grouu diharapkan bisa mendukung program pemerintah menjadikan Surabaya zero stunting. (foto: Grouu for jatimnow.com)

jatimnow.com - Startup atau perusahaan rintisan ibu dan anak, Grouu, baru saja meresmikan fasilitas dapur di Surabaya. Dipilihnya Surabaya menjadi pilihan pertama ekspansi dapur Grouu karena tingginya potensi maupun daya beli masyarakat.

Seperti yang diterangkan Co-Founder & CEO Grouu, Jessica Marthin yang menyebut Surabaya merupakan kota pertama ekspansi layanan produksi katering Grouu. Hal in idisebabnyak permintaan dari orang tua di Surabaya yang cukup besar.

“Sebelumnya beberapa produk dengan sistem pre-order (PO) sudah menjangkau Surabaya, Grouu ingin meningkatkan kepuasan orang tua, dengan menghadirkan layanan katering MPASI dan anak yang dikirim fresh setiap hari,” ungkap Jessica Martin dalam keterangan tertulis, Selasa (17/12023).

Ditambahkan Jessica bahwa pengiriman produk perdana Grouu katering ke Surabaya telah dilakukan sejak 12 Desember 2022 silam. Kini orang tua di Surabaya bisa memiliki kemudahan berlangganan katering makanan pendamping ASI (MPASI) dan Anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Mengutip data dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga Juli 2022, prevalensi stunting tercatat 1.219 kasus. Angka ini menurun dari 6.722 kasus yang tercatat pada 20211 .

Adapun data dari Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Surabaya yang dikutip tahun 2020 jumlah populasi bayi dan balita mencapai 207.881. Sehingga, peluang akan pasar makanan anak di Surabaya juga akan besar demand-nya.

Baca juga:
Ini Cara Pemkot Batu Tekan Gizi Buruk dan Stunting

“Misi kami melakukan ekspansi di Surabaya tidak hanya sebatas ingin memasarkan produk makanan, tetapi juga ingin mengajak para orang tua semakin aware dalam pemberian makanan dengan gizi seimbang melalui edukasi online maupun offline” tutup Jessica Marthin.

Mengacu pada data tersebut, Grouu melihat peluang akan pasar orang tua Surabaya yang semakin peduli untuk menekan kondisi malnutrisi. Meski kasus stunting angkanya masih dikatakan tinggi di Surabaya, Grouu menganggap ini sebagai salah satu tujuan untuk turut berkontribusi, menuju “Surabaya Zero Stunting” yang dicanangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Wanita Kadin Surabaya sekaligus pendiri Womenpreneur Indonesia Margaret Srijaya mengatakan jika pihaknya mendukung penuh para entrepreneur wanita, untuk memajukan Surabaya melalui bisnis yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Baca juga:
Jombang Miliki Ratusan Ibu di Bawah Umur 20 Tahun, Yuk Kenali Risikonya

“Saya mengenal bagaimana Grouu dan para pendirinya membuat bisnis makanan anak yang amat serius dan memiliki visi jangka panjang. Tidak hanya menghadirkan makanan yang beragam dan enak,” jelasnya.

Ia menambahkan jika Grouu juga fokus pada upaya menekan anak malnutrisi dengan memperhatikan kandungan gizi pada makanan yang disajikan. Ia juga berharap abak-anak di Kota Pahlawan bisa menikmati makanan bergizi yang bermutu tinggi.