Pixel Code jatimnow.com

Psikolog Anggap Curhat Bisa Jadi Obat

Editor : Rochman Arief Reporter : Farizal Tito
Pakar Psikologi Unair, Atika Dian Ariana. (foto: Unair for jatimnow.com)
Pakar Psikologi Unair, Atika Dian Ariana. (foto: Unair for jatimnow.com)

jatimnow.com - Masalah yang dihadapi manusia bisa memberi dampak negatif bagi aspek kehidupannya. Sebut saja gangguan kesehatan, konsentrasi hingga perasaan ingin bunuh diri.

Pakar Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Atika Dian Ariana MSc MPsi mengatakan masalah yang bertumpuk, lambat laun akan menjadikan pikiran stres. Hal tersebut terjadi karena kemampuan yang tak sebanding dengan tekanan alami dari luar.

“Masalah yang bertumpuk di kepala, dan terpaku pada persoalan bisa menjadikan kita seperti terokupasi, kalau bahasa tren saat ini overthinking atau stress,” kata Atika Dian Ariana melalui siaran tertulisnya, Rabu (18/1/2023).

Dosen Fakultas Psikologi Unair ini mengungkapkan berbagai dampak kesehatan dan psikis, yang dapat menimbulkan stres karena menahan cerita. Beberapa di antaranya adalah daya tahan tubuh, konsentrasi yang menurun, dan peningkatan sensitivitas.

“Gejala kesehatan yang timbul seperti menurunnya daya tahan tubuh, mudah lelah, serta penurunan kekuatan otot kaki. Sedangkan pada psikis akan sulit berkonsentrasi, semangat menurun dan semakin sensitif," lanjut Atika.

Ia menambahkan dampak lain seperti mudah marah dan muncul perasaan kesepian. Padahal itu terjadi karena seseorang menolak berbagi cerita.

Baca juga:
Simak! Cara Mencegah Sindroma Ovarium Polikistik

Masalah berat yang sedang dipikirkan gtidak bisa dikesampingkan, lantaran bisa menjadi salah satu momok menakutkan. Terutama dalam memikirkan jalan keluar.

Ia menyarankan untuk curhat, agar bisa mendapat berbagai perspektif baru dari berbagai solusi. Bisa jadi, lanjutnya, individu yang menentukan meski banyak dari masukan orang lain.

“Dengan membagikan cerita, kita akan memiliki perspektif berbeda dari apa yang menjadi persoalan lebih objektif. Namun bagi orang yang diam saja, pintu solusi bisa saja tertutup, karena terpaku pada perspektif yang digunakan,” katanya.

Baca juga:
Adi Sutarwijono Ajak Pelajar Perkuat Kerjasama Multikultural

Selain membuka perspektif baru bagi masalah yang dihadapi, seseorang akan merasakan perasaan lega setelah bercerita. Karena masalah yang lama terpendam, akhirnya dapat dikeluarkan dari pikirannya.

“Akan ada efek lega dari apa yang selama ini dipendam,” tuturnya.