Pixel Code jatimnow.com

Perjalanan Pilu Santri Terbakar di Pasuruan Dirawat 20 Hari hingga Meninggal

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Moch Rois
Prosesi pengantaran jenazah Almarhum ke pemakaman (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Prosesi pengantaran jenazah Almarhum ke pemakaman (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan orang mengiringi prosesi pemakaman jenazah INF (13), santri Ponpes Al-Berr Pandaan, Pasuruan yang meninggal usai 20 hari mendapat perawatan medis akibat terbakar.

INF dimakamkan di pemakaman umum kampungnya Dusun Kepulungan 2, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Dengan berlinang air mata, Gunawan, ayah INF mencoba tegar ikut berjalan kaki mengantar anaknya menuju tempat peristirahatan terakhir.

Sementara sang ibu, Siti Yulia tampak terus memeluk foto anaknya. Beberapa saudara yang menemani Siti di rumahnya terus menenangkannya dan memintanya untuk tetap tabah serta ikhlas.

"Mungkin ini sudah takdirnya, saya ikhlas dan sudah memaafkan pelaku dan orangtuanya," jelas Siti sembari terus menangis, Kamis (19/1/2023).

Sementara Sulika yang duduk disebelah Siti menceritakan bahwa INF selama menjalani perawatan medis terus menjaga kesadarannya dan bersemangat untuk sembuh. Kedua orangtuanya berjaga secara bergilir, karena pihak RSUD hanya mengijinkan satu orang saja yang menjaga INF.

Baca juga:
Jadi Buronan Dua Tahun, Begal Pikap Bermuatan Ayam di Pasuruan Disergap Polisi

INF ingat betul saat ia menjalani empat kali operasi pembersihan luka bakar dan membicarakan itu dengan ibunya yang menunggui di kamar pasien.

Bahkan ketika merasa sesak dan batuk hingga mengeluarkan darah, INF tetap mencoba semangat dan terus mengucapkan asma Allah.

Memasuki 18 hari perawatan medis, INF yang sebelumnya nampak sembuh, tiba-tiba kesehatannya drop. Ketika dilakukan tindakan operasi pembersihan luka bakar kelima, dia tidak ingat.

Baca juga:
Santri Bakar Teman hingga Meninggal Divonis Lima Tahun

Saat sadar, tepatnya hari ke-19 menjalani perawatan medis, INF meminta ibunya agar ia dipulangkan. Di satu sisi Siti hanya bisa menenangkan INF serta meyakinkan jika sebentar lagi ia akan sembuh.

"Setelah meminta pulang, almarhum meminta ibunya untuk memanggilkan ayahnya. Siti Yulia pun harus berjalan keluar untuk memanggil suaminya. Tidak bisa langsung, karena ada aturan RSUD. Setelah diberitahu dan ayahnya ke ruang perawatan, almarhum sudah meninggal dunia," pungkas Sulika.