Pixel Code jatimnow.com

Duh Gusti! Dispensasi Kawin di Kediri Jauh Lebih Tinggi dari Ponorogo

Editor : Rochman Arief Reporter : Yanuar Dedy
foto: ilustrasi
foto: ilustrasi

jatimnow.com - Permintaan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri jauh lebih tinggi dari Ponorogo, yang belakangan heboh. Di mana Kabupaten Ponorogo terdapat 191 remaja mengajukan dispensasi kawin.

Untuk Kabupaten Kediri, jumlah dispensasi kawin yang diajukan pasangan muda mencapai 569 sepanjang tahun 2022. Angka ini bahkan disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, Munasik mengatakan permintaan dispensasi kawin ini mayoritas datang dari calon pasangan berusia 15-17 tahun.

Awal hingga pertengahan Januari ini saja sudah ada 26 pasangan mengajukan dispensasi kawin.

Menurut Munasik, ada dua alasan utama mereka mengajukan dispensasi kawin. Pertama karena kekhawatiran orang tua ketika melihat anaknya sudah mulai berpacaran dan hamil di luar nikah.

Baca juga:
PSIS Semarang Waspada Kebangkitan Macan Putih

“Alasannya itu ada dua, kekhawitaran orang tua dan kecelakaan (hamil di luar nikah),” kata Munasik saat dikonfirmasi jatimnow.com, Jumat (20/1/2023).

Munasik menambahkan bahwa tontonan pornografi dituding menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut. Banyak anak di bawah umur yang sudah mengakses konten dewasa.

“Khusus faktor teknologi memang masih menjadi faktor utama penyebab tingginya pengajuan dispensasi kawin, di mana anak-anak dengan bebas mengakses konten dewasa hanya dengan gadget atau HP. Ini yang menyebabkan banyak kasus hamil di luar nikah,” terang Munasik.

Baca juga:
Persik Ambisi Menang, PSIS Tak Ingin Kalah

Pihak Pengadilan Agama Kabupaten Kediri berharap peran orang tua lebih intens untuk memberikan pengawasan edukasi kepada anak-anaknya.

Juga pemerintah agar memberikan kebijakan atau pengawasan terhadap anak, terutama pada siswa yang masih duduk di bangku sekolah, agar selektif dalam memilih pergaulan. Salah satunya dengan kegiatan yang positif dan cerdas dalam menggunakan gadget.