Pixel Code jatimnow.com

Kisah Perajin Tampah Bambu di Jombang, Harus Lebih Sabar saat Hujan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Pembuatan tampah dari bambu yang ada di Dusun Tempuran, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pembuatan tampah dari bambu yang ada di Dusun Tempuran, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Usaha pembuatan tampah berbahan bambu, masih terus eksis di Kabupaten Jombang. Salah satunya tempat usaha itu ada di Dusun Tempuran, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Jombang.

Tampah merupakan salah satu perabotan rumah tangga. Berbentuk bulat lingkaran biasanya digunakan ibu-ibu rumah tangga. Tampah biasanya berbahan bambu. Namun di era saat ini ada juga tampah berbahan plastik.

Kerajinan tampah berbahan bambu itu, sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan sejak zaman nenek moyang kita.

Seperti usaha pembuatan tampah milik Kaspin (41) warga Dusun Tempuran, Desa Kedungjati. Sejak puluhan tahun ia dan keluarganya menekuni usaha pembuatan tampah.

Untuk membuat tampah, Kaspin menceritakan, awalnya bambu dipotong sesuai ukuran. Selanjutnya bambu itu dibuat melingkar dan dijemur di sinar matahari sampai kering.

"Selanjutnya bambu dipotong tipis sesuai ukuran, dan dianyam. Setelah itu baru disatukan dengan bambu yang dibuat melingkar tadi," ungkapnya, Senin (23/1/2023).

Langkah selanjutnya dilakukan pengepresan dan dipotong secara rapi. Setelah itu dihaluskan dan dijemur untuk dikeringkan.

"Kalau cuaca baik, tampah bisa selesai sampai 3 hari dan bisa selesai satu kodi dalam sekali produksi. Kalau cuaca hujan bisa mundur, karena mengandalkan sinar matahari penjemuranya," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk satu bambu sepanjang 5 meter, bisa dibuat sekitar 10 biji tampah. Dan setiap satu tampah dihargai Rp10 ribu. Ia mengaku jika hasil pembuatan tampah ini tidak dijual warga secara keliling. Namun ada tengkulak yang setiap hari datang membeli.

"Untuk omzet penjualan tampah, perbulannya sekitar 2 juta rupiah dan itupun masih kotor keuntunganya," terangnya.

Ia berharap usaha yang diwariskan keluarga secara turun temurun ini masih bisa terus berjalan. Meski zaman sekarang semakin maju dan modern.

"Semoga kedepannya usaha kerajinan tampah semakin di minati dan selalu diberikan kelancaran kerajinan tampah ini," pungkasnya.