Pixel Codejatimnow.com

Rujak Mak Tas Lamongan, Kudapan Penggugah Selera Penuh Keajaiban dan Ikonik

Editor : Rochman Arief  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Mak Tas di sela melayani pembeli rujak, dibantu dua pegawai. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Mak Tas di sela melayani pembeli rujak, dibantu dua pegawai. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kudapan rujak memang akrab di lidah warga Jawa Timur. Namun, Rujak Mak Tas di Kecamatan Paciran, Lamongan sesekali perlu Anda coba. Ya, rujak ulekan Mak Tas ini menyandang predikat legendaris dari warga sekitar.

Lokasinya terbilang sederhana. Persisnya berada di pinggir Jalan Raya Paciran atau di jalur Lamongan-Tuban. Rujak Mak Tas ini tak pernah sepi pembeli, rasa bumbu rujaknya sangat khas dan penuh keajaiban, karena bisa bikin siapa saja yang mencicipinya ketagihan.

Sekadar catatan, Rujak Mak Tas ini tergolong rujak bergaya pantura. Yakni rujak buah dengan bumbu petis asin yang diuleg dengan kacang, gula aren, cabai dan bumbu lain.

Tentunya berbeda dengan rujak uleg maupun rujak buah yang ada di Surabaya, Gresik, Malang, maupun di daerah non-pantura. Begitu juga berbeda dengan rujak uleh khas Madura.

Nadia misalnya, gadis 21 tahun itu selalu mampir dan menyempatkan diri membeli dan membungkus rujak khas Paciran Lamongan ini.

Setidaknya ia membeli sendiri atau untuk keluarga maupun rekan kerjanya. Selain rujak, peyek udang dan dawet ental menambah kesan ikonik kemasan kuliner Lamongan dalam dagangan Mak Tas.

"Rasanya khas dan nggak enek, tapi kalau beli harus sabar. Sebab antrenya masya Allah, puanjang," ungkap Nadia pelanggan Rujak Mak Tas Lamongan, Sabtu (28/1/2023).

Rujak Mak Tas (foto:IG @daerah.lamongan)Rujak Mak Tas (foto:IG @daerah.lamongan)

Baca juga:
Konvoi Ratusan Pesilat Berujung Tawuran di Lamongan, Ini Motifnya

Saat didatangi, Mak Tas terlihat sibuk dengan pelanggan yang berjubel-jubel. Tak hanya paket rujak komplit, tak jarang pembeli membeli bumbu rujaknya untuk buah tangan. Bahkan belakangan bumbunya sudah dijual dalam bentuk kemasan.

"Sering ke sini (Mak Tas) sambil jalan-jalan, selalu bungkus untuk dibagikan ke tetangga dan sanak famili," kata Iis, warga Ujungpangkah, Gresik.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah menyampaikan bahwa rujak di Paciran ini memang berbeda dibanding rujak pada umumnya.

"Jika rujak lain ada rasa manis dan pedas, tapi Rujak Mak Tas ini memiliki rasa dan racikan yang khas, yakni ada rasa asin yang berasal dari petis ikan," ujar Rubikah.

Baca juga:
Polisi Amankan 6 Sajam saat Tawuran Pesilat di Lamongan

Rubikah menyebut, petis ikan itu diproduksi penduduk lokal yang juga mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.

"Petis itu berasal dari sisa air rebusan ikan yang direbus lagi dan diaduk sampai mengental," katanya.

Rujak di warung Mak Tas Paciran ini dijual dengan harga Rp5 ribu per porsinya. Sedangkan untuk harga sambal atau bumbunya dijual dengan harga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per wadah. Tingkat pedasnya pun disesuaikan dengan selera, mulai dari level 0 sampai 5.