Pixel Code jatimnow.com

3 Makam Tabib Majapahit di Jombang: Pengunjung Disambut "Pasukan Berkuda"

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Elok Aprianto
Tiga makam kuno yang ada di Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Tiga makam kuno yang ada di Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Keberadaan tiga makam kuno di area sekitar makam Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, menyimpan kisah mistis yang masih berkembang di masyarakat sekitar.

Warga dan tokoh masyarakat setempat meyakini tiga makam kuno yang ukurannya panjang tersebut, merupakan makam para tabib yang dulunya mengobati para tentara Majapahit yang terluka saat perang.

Kepala Desa Miagan, Antok Budi Subagyo menjelaskan makam kuno itu merupakan makam yang paling panjang dan yang paling tinggi. Makam tersebut adalah makam kuno, yang ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Berdasarkan hasil informasi yang ia terima, baik dari ahli sejarah, maupun ahli spiritual, makam tersebut ada kaitannya dengan kerajaan Majapahit. Namun makam kuno tersebut sudah dipugar oleh pemerintah desa, sejak tahun 2019 silam.

"Setelah dilakukan pemugaran banyak orang yang tawasul ke sini. Dari beberapa versi mengatakan kalau makam ini ada sejarah dengan Majapahit," ungkapnya, Kamis (2/2/2023)

Ia menyebut ada tiga makam kuno, yakni makam Mbah To Wiryo, Mbah To Guno dan Mbah To Pati. Dan menurut sejarah ketiga orang ini merupakan resi dari Majapahit.

Baca juga:
Ini Makam Dempul Kediri yang Disebut Sebagai Tempat Berkumpulnya Jin-jin Muslim

"Dan menurut sejarah dari ahli spiritual mengatakan bahwa saat perang Majapahit terjadi, itu banyak prajurit yang terluka dan di sini tempatnya tabib dan pengobatannya di sini, dan ini ada hubungannya sama yang diekskavasi," paparnya.

Ia meyakini hal tersebut, lantaran dari hasil penelusuran melalui beberapa narasumber, cerita dan versinya sama. Yakni makam kuno itu tempat pengobatan tabib di era Majapahit.

"Versinya itu sama. Jadi tidak ada perbedaan versi. Keberadaan makam ini sudah lama, sudah ada 4 generasi," katanya.

Ia mengaku di sekitar makam ini, sering dilakukan istighosah setiap hari dan pasaran tertentu.

Baca juga:
Waduh! 10 Ribu Makam di Kota Malang Terancam Hilang

"Setiap Jumat pahing itu diadakan tahlil bersama, atau istighosah," ujarnya.

Saat ditanya apakah warga sering melihat sosok penunggu makam atau makhluk halus. Ia menjelaskan, para pengunjung yang berasal dari Gresik, Surabaya, dan Jombang sendiri sering melihat penampakan prajurit Majapahit.

"Kalau cerita mistis banyak ya. Orang yang berkunjung ke sini, dan orangnya paham. Seakan-akan itu ada penyambutan dari prajurit Majapahit. Seakan-akan pasukan berkuda itu ada semua dan menyambut kedatangan setiap orang yang berkunjung ke makam," jelasnya.