Pixel Code jatimnow.com

Pasar Induk Surabaya Sidotopo; Tempat Belanja Tradisional yang Bersih dan Nyaman

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Rama Indra S.P
Aktivitas jual beli dan fasilitas yang ada di PISS. (Foto-foto: Fajar Mujianto)
Aktivitas jual beli dan fasilitas yang ada di PISS. (Foto-foto: Fajar Mujianto)

jatimnow.com - Mendambakan pasar tradisional yang bersih dan fasilitas lengkap? Anda bisa singgah ke Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS).

Pasar induk dengan market lengkap buah, sayuran, dan kebutuhan lainnya ini, beralamat di Jalan Sidotopo Lor, Sidotopo, Semampir, Kota Surabaya.

Buka setiap hari selama 24 jam, pasar dengan luas 3 hektare ini menawarkan servis berbelanja berbeda kepada ibu-ibu, maupun kepada tengkulak.

Sebab, selain menjadi pusat buah dan sayur segar, di lingkungan PISS juga dilengkapi dengan fasilitas yang konon, selalu siap sedia memanjakan siapapun yang berkunjung di pasar induk Sidotopo.

General Manager PISS, Rahayu Trisila mengatakan setiap hari buah dan sayuran akan diperbarui setiap hari, oleh mereka para pedagang sekitar 200 orang.

"Pedagang saat ini masih dalam kisaran 200 orang, menjadi komoditi impor yang dijual yaitu buah dan selain itu ada sayur-sayuran," kata Trisila saat ditemui jatimnow.com, Jumat (3/2/2023).

Menurutnya, PISS yang hadir sebagai figur pasar di Surabaya dan masih tergolong baru ini, selalu terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kota Surabaya dan juga masyarakat.

"Di PISS ini kita sediakan layanan kesehatan untuk pedagang atau pengunjung selama 24 jam, ruang laktasi yang ramah pada ibu dan anak. Serta terdapat ruang ekonomi lobi UMKM, diperuntukkan tempat distribusi dari hasil UMKM warga Sidotopo," jelasnya.

Tidak sedikit, lajut Trisila, mereka pedagang hingga pembeli memuji PISS, sebagian besar memuji akan fasilitas-fasilitas prasarana, sampai program-program didapuk yang mengikutsertakan masyarakat.

Baca juga:
Pedagang Baju Bekas di Surabaya Cemas, Alasannya Mengkhawatirkan

"Kedepan kita akan ada ATM, sudah ada musala, serta toilet umum yang terjaga kebersihannya. Dan terakhir yaitu pujasera yang buka 24 jam nonstop, pelakunya masyarakat sekitar dengan 2 shift malam dan siang," ungkapnya.

Baginya, Surabaya sebagai pusat kota terbesar ke-2 setelah Jakarta. Maka setiap elemen PISS selalu berupaya keras agar bisa menciptakan ekosistem tataniaga gadang humanis di Surabaya.

"Kebutuhan pangan adalah kebutuhan sehari-hari. PISS hadir disini untuk membantu pemerintah kota (Pemkot) dalam hal membuat ekosistem tata niaga perdagangan sesuai dengan urutannya," imbuhnya.

Apalagi hal itu dikhususkan untuk menekan angka inflasi, menjaga lonjakan harga supaya tetap stabil saat komoditi bahan pangan naik.

Baca juga:
Gedung FK Untag Surabaya Mulai Dibangun, Siap Cetak Dokter Patriotik

Dari adanya harga bahan poko melonjak naik PISS memiliki peran menekan dan menentukan besaran harganya, sehingga di tataran pasar kedua maupun eceran harganya tidak jauh melonjak mahal. Efeknya para pembeli tidak ada yang kelimpungan.

Sehingga dari usaha kerasnya itu, Trisila berharap, semoga kedepan PISS dapat membantu pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dan memberikan pemahaman generasi penerus perihal pentingnya pendidikan gizi.

"Dapat berkolaborasi dengan pemerintah menekan angka inflasi. Ini harus segera dibangun, meski membutuhkan waktu. Ini harus segera secepatnya kita mulai bangun," pungkasnya.