Pixel Codejatimnow.com

Di Balik Kemegahan 1 Abad NU, Banyak Kiai Sepuh Telantar

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Ni'am Kurniawan
Tangkapan layar.
Tangkapan layar.

jatimnow.com - Perayaan puncak satu abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo menyisakan banyak kisah pilu. Kemegahan panggung beserta deretan tamu VVIP yang datang dengan duduk manis meninggalkan marwah NU dengan menelantarkan para kiai sepuh.

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam. Ia mengakui cukup banyak kiai, ulama sepuh atau kalangan Rais Syuriah yang tidak bisa masuk ke lokasi dan tertahan di luar. 

Bahkan, tidak sedikit yang harus berjalan kaki beberapa kilometer. Padahal, para kiai dan ulama itu adalah tamu agung yang sesungguhnya, yang berjuang secara serius untuk kemaslahatan umat di jalan NU.

"Para kiai-ulama itu merupakan 'owner' dari NU. Kalau kita-kita ini kan hanya haflah atau panitia pelaksana saja,'' ucap Gus Salam, Jumat (10/2/2023).

Kiai-kiai sepuh itu diantaranya, KH Anwar Mansur, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Idris Hamid, KH Mustofa Aqil, KH Athoillah Anwar, KH Ubaidillah Sodaqoh.

Baca juga:
286 DPT di TPS 5 Candi Sidoarjo Lakukan Coblosan Ulang Gegara 1 Pemilih Ini

"Bahkan, menurut catatan, ada sembilan bus rombongan yang dinaiki para Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia dan ulama luar negeri tidak bisa (masuk), tertahan jauh dari venue acara. KH Said Aqil Siroj juga tidak bisa masuk," jelas Gus Salam.

Sebagai pengurus NU Jawa Timur, Gus Salam pun meminta maaf kepada para kiai sepuh yang ditelantarkan panitia. Kepada panitia (PBNU). Ia juga menyarankan, untuk meminta maaf dan kembali sowan kepada kiai-kiai sepuh tersebut.

''Menyampaikan terima kasih dan memohon maaf atas semua kejadian itu. Harapannya ke depan tidak terjadi lagi dan dapat semakin baik lagi," tandasnya.

Baca juga:
16 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Jatim, Rugikan Negara Rp 11 M

Diketahui, dalam kemegahan perayaan satu abad NU, banyak tragedi di luar stadion yang terjadi. Mulai dari kemacetan hingga radius 5 kilometer. Akibatnya banyak dari kendaraan-kendaraan jamaah hingga sebagian ulama tak bisa memasuki area stadion.

Ironinya lagi, untuk sekelas tamu VVIP seperti Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan pun nyaris tak bisa memasuki kawasan stadion karena lemahnya rekayasa lalulintas. Mendag pun berinisiatif melompat dari pagar tol dan menaiki ojek agar tak sampai krtinggalan dari acara puncak.