Pixel Codejatimnow.com

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Jombang Merangkak Naik

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Elok Aprianto
Pedagang daging ayam broiler di pasar tradisional Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pedagang daging ayam broiler di pasar tradisional Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang Ramadan, kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Jombang mulai merangkak kenaikan. Salah satunya daging ayam broiler.

Saat ini harga daging ayam broiler naik mencapai Rp3.000 per kilogram. Sebelumnya, harga daging ayam ini hanya sebesar Rp27.000. Kini naik menjadi Rp30.000.

"Kalau harga daging ayam naik turun. Sekarang kembali naik. Sekarang 30 ribu rupiah, sebelumnya 27 ribu rupiah per kilogram," ungkap Arifin (43) pedagang daging ayam di pasar Pon Jombang, Selasa (21/2/2023).

Ia mengaku, kenaikan harga ayam ini terjadi sejak seminggu terakhir di bulan ini.

"Sebelumnya Rp25 ribu per Kg, naik Rp26 ribu, sekarang menjadi Rp30 ribu per Kg," bebernya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga daging ayam broiler tersebut. Kemungkinan, harga daging ayam ikut naik karena komoditi lainnya juga akan ikut naik.

"Beras dan minyak saja naik, daging ayam juga ikut naik," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku kenaikan harga daging ayam ini belum mempengaruhi daya beli masyarakat. Omzet penjualan dirasakan cukup menurun.

Baca juga:
Harga Bahan Pokok di Pasar Sukodono Sidoarjo Mulai Merangkak Naik

"Karena banyak kebutuhan yang naik sekarang harga daging ayam broiler cuma Rp30 ribu per Kg saja sangat terasa. Kadang pembeli hanya menanyakan harga saja dan tidak jadi beli setelah tahu harganya," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Saka (46) salah satu pedagang daging ayam broiler di Pasar Cukir. Kenaikan harga daging ayam itu secara bertahap.

"Satu minggu ini naik terus. Sekarang jadi Rp30 ribu per Kg," tegas dia.

Ia menjelaskan saat ini stok daging ayam juga melimpah, namun ia mengaku bahwa mendapatkan harga yang mahal dari pemasok. Ia memprediksi kenaikan harga akan terjadi kembali. Karena bulan depan sudah memasuki Ramadan.

Baca juga:
Dampingi Presiden Jokowi di Malang, Gubernur Khofifah Siap Kendalikan Inflasi

"Saya dapatnya dari peternak harga naik. Jadi saya jual juga naik. Kemungkinan bisa naik lagi saat puasa nanti," katanya.

Sementara itu, kenaikan harga daging ayam ini, membuat masyarakat mengeluh dan merasa sulit untuk mencari yang masih menjual normal. Seperti diungkapkan Imam (26) pembeli daging ayam untuk dikonsumsi.

"Kaget mas, semua kebutuhan pokok naik, kok pas tiba-tiba naik harga daging ayam ini juga naik. Sulit tadi sempat cari yang masih murah, apalagi harga telur juga sekarang naik juga. Ya harapannya kepada pemerintah agar menstabilkan harga kebutuhan pokok ini, kalau memang naik karena jelang bulan puasa, jangan mendadak," pungkasnya.