Pixel Codejatimnow.com

2 Tahun Pimpin Ponorogo, Ini Capaian Kang Giri dan Bunda Lisdyarita

Editor : Redaksi  Reporter : Advertorial
Refleksi 2 tahun kepimpinan Kang Giri dan Bunda Rita (Foto-foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Refleksi 2 tahun kepimpinan Kang Giri dan Bunda Rita (Foto-foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Genap dua tahun pasangan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita memimpin Kota Reog. Berbagai capaian telah ditorehkan.

Refleksi kepimpinan dua tahun dilakukan di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (27/2/2023) malam. Berbagai macam capaian dipamerkan terhadap undangan yang ada dari berbagai golongan.

"Visi dan misi tersebut terangkum dalam Nawa Dharma Nyata Kabupaten Ponorogo sudah mulai nyata," ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, setelah acara refleksi.

Capaian tersebut diantaranya, bidang pertanian, meningkatnya produktivitas dan daya beli petani melalui reformasi sistem pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) pada tahun 2021 yang target di angka 114,23 terealisasi 116,53 naik sebesar 2,3. Sedangkan pada tahun 2022 target 115,57 terealisasi 116,65 naik sebesar 1,08.

"Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan NTP provinsi dan nasional. Lebih dari 100 pembangunan sumur dalam untuk para petani yang daerahnya kekeringan ketika tiba musim kemarau," katanya.

Untuk sektor kesehatan, pendidikan dan kependudukan. Indek Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tren positif setiap tahunnya sekarang di angka 71,87. Kenaikan juga terjadi pada angka harapan hidup di angka 73,20%.

Sedangkan persentase penduduk miskin pun turun 0,94 dari angka 10,26 menjadi 9,32. Penurunan angka stunting yang juga sangat signifikan yaitu di angka 14,20 yang mana itu target dari pemerintah pusat untuk mewujudkan Indonesia emas.

“Saat ini juga tengah dalam proses pembangunan rehabilitasi puskesmas Kauman menjadi rumah sakit tipe D yang target launching pada tahun 2023,” tambah Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko

Sedangkan dalam sektor pembangunan prioritas daerah. Pembangunan sangat signifikan khususnya infrastruktur jalan dan daerah khusua pariwisata. Dimulai dari awal pelantikan saat covid-19 dimana APBD sudah di sahkan dan banyak refocusing untuk penanganan Covid-19.

Baca juga:
Grebeg Suro 2024 Butuh Dana Rp5,6 M, APBD Ponorogo hanya Kucurkan Rp500 Juta

Pasangan Bupati Sugiri Sancoko-Wakil Bupati Lisdyarita membuat gebrakan dimana mampu menggerakkan masyarakat dan pihak swasta untuk gotong royong face off jalan HOS. Tjokroaminoto yang menjadi tempat wisata baru di tengah kota.

Hingga berlanjut pembangunannya saat ini di jalan Jendral Sudirman dan jalman Urip Sumoharjo. Selain itu juga pembangunan infrastruktur jalan. Lebih dari 450 km jalan kabupaten mendapat perbaikan melalui dan PEN dan juga BKKD untuk desa.

Dalam sektor pembangunan daerah khusus pariwisata. Pasangan Sugiri Sancoko-Lisdyarita membuat trobosan yang sangat signifikan yaitu pembanguna Monumen dan Museum Peradaban di Sampung. Serta air mancur menari Nyayian Telaga di Ngebel yang di launching pada malam tahun baru 2023 serta menyedot animo ribuan masyarakat Ponorogo memadati telaga Ngebel.

Tidak hanya itu, untuk mengakomodasi bakat anak muda pasangan ini juga tengah membangun Sirkut Balap yang saat ini selesai pembangunannya untuk balap motor cross dan terus berlanjut untuk pembangunan lintasan drag race. Serta rehabilitasi tampak selatan stadion batoro katong yang semakin megah.

Baca juga:
Ponorogo Creative Festival 2024 Kembali Digelar, Perkuat Jaringan Kota Kreatif

Terbaru Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang baru pertama kali masuk agenda Kharisma Even Nusantara (KEN) langsung menempati peringkat ke-2 terbaik seluruh Indonesia. Serta Kabupaten Ponorogo masuk 5 nominasi pengusulan Unesco Creative City Network (UCCN) tahun 2023.

Di sektor UMKM dan penguatan perekonomian masyarakat. Pasar krempyeng menjadi solusi untuk mempromosikan hasil UMKM masyarakat. Disitu akan muncul perputaran ekonomi yang sangat bagus.

Dia berharap kedepan, apa yang telah direncanakan dengan matang bisa dieksekusi.

“Meneruskan Infrakstruktur sisa-sisa jelek dianalisa bersama-sama. Bisa di eksekusi yang baik,” pungkasnya. (ADV)