Pixel Codejatimnow.com

Musrenbang RKPD, Ning Ita Canangkan 0 Persen Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Editor : Redaksi  Reporter : Advertorial
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memaparkan RKPD 2024. (foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memaparkan RKPD 2024. (foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem dan angka stunting mencapai nol persen tahun 2024.

Hal itu dikatakannya saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Mojokerto Tahun 2024 di Raden Wijaya Hotel and Convention Center Kota Mojokerto, Selasa (7/3/2023) pagi.

"Sesuai arahan Menteri PAN-RB, kita harus bertransformasi menuju Reformasi Birokrasi (RB) berdampak yang berorientasi terhadap hasil, di mana semuanya masuk dalam prioritas," terangnya.

Petinggi pemkot ini mencontohkan, prioritas pertama Kota Mojokerto yakni bagaimana kota kecil dengan tiga kecamatan menuju zero stunting dan zero kemiskinan ekstrim, sesuai goal yang harus dicapai dalam mereformasi birokrasi berdampak sesuai arahan Menpa-RB.

"Kota Mojokerto berani pasang target, meskipun secara teori itu tidak mungkin. Sebab stunting dan kemiskinan ekstrem itu tidak bisa nol, pasti ada angkanya entah berapapun itu. Namun kita berani pasang target karena kita punya upaya-upaya yang tepat sasaran, dan bisa kita buktikan dalam empat tahun ini," cetusnya.

Ning Ita, sapaannya, membuktikan berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka stunting di Kota Mojokerto 4,08 dan masih di Jawa Timur. Hingga akhirnya kota berslogan 'Spirit of Majapahit' ini berhasil menyabet penghargaan Kota Terinovatif se-Indonesia.

"Penghargaan bergengsi itu berhasil kita raih, salah satunya karena inovasi program Segenggam Sampah Gawe Stunting (Gempa Genting) yang terbukti efektif dalam menangani stunting," ungkapnya.

Masih kata Ning Ita, capaian penghargaan IGA Award 2022 membuktikan bahwa kekuatan inovasi, sinergi dan gotong royong mampu membalikkan peringkat Kota Mojokerto yang semula berada di peringkat 282, kini menjadi nomor satu se Indonesia.

"Kita bisa menyalip Kota Surabaya, berkat sinergitas bersama. Karena tidak hanya unsur pemerintah saja yang bergerak, tapi juga masyarakat, stakeholder serta peran serta media," tukasnya.

Terkait kemiskinan ekstrem, Ning Ita juga optimistis tahun depan Kota Mojokerto bisa nol persen. Sebab berdasar rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mojokerto, angka kemiskinan ekstrim tersisa 1,1 persen atau sejumlah 1450 jiwa dan ekuivalen dengan 380 Kepala Keluarga saja.

Baca juga:
DPD RI Bangun Kantor Perwakilan Jatim di Surabaya

"Kita akan terus berupaya menekan angkanya dengan program inkubasi wirausaha 4P. Sudah ada puluhan ribu warga yang eksis sebagai pelaku usaha dan pelaku UMKM mandiri. Hal tersebut mampu mengurangi tingkat ketergantungan ekonomi warga terhadap bantuan sosial yang sifatnya konsumtif," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya dalam laporannya mengatakan maksud dilaksanakannya Musrenbang RKPD Kota Mojokerto untuk mensinkronisasikan rencana program dan kegiatan pembangunan dari masyarakat dengan prioritas pembangunan dan kebijakan pemerintah.

"Tujuannya untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan Kota Mojokerto dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Serta mengklarifikasi usulan yang telah disampaikan masyarakat kepada Pemkot Mojokerto pada Musrenbang RKPD Kelurahan dan Kecamatan dan menyepakati tema prioritas pembangunan," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung MS mengatakan bahwa Musrenbang RKPD merupakan tindak lanjut untuk membuat strategi dan program-program strategis dalam rangka mewujudkan RPD Kota Mojokerto tahun 2024-2026.

Baca juga:
Simak Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak 2024 di Jatim

"Ini agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan potensi dan menjawab permasalahan mendesak di tahun 2024 sesuai dengan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan," jelasnya.

Agung menambahkan, kegiatan pemberdayaan harus mampu membangkitkan partispasi masyarakat, menanggulangi kemiskinan, membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Bidang urusan strategis seperti pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur perkotaan juga perlu mendapat prioritas dengan tetap mengedepankan pemerataan dan pertumbuhan yang berkualitas melalui pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan daya saing masyarakat Kota Mojokerto," pungkasnya.

Sekadar informasi, acara Musrenbang RKPD Kota Mojokerto tahun 2024 diikuti oleh 120 orang. Terdiri atas Forkopimda, DPRD Kota Mojokerto, Perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro, Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Bappeda Kabupaten Jombang, perangkat daerah di lingkungan Pemkot Mojokerto, Camat, Lurah, perwakilan unsur perusahaan, akademisi, pelaku usaha, ormas, organisasi wanita dan tokoh masyarakat di Kota Mojokerto. (ADV)