Pixel Codejatimnow.com

Tips Mengenali Beragam Emosi dan Cara Mengendalikannya, Coba Yuk!

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Farizal Tito
Ilustrasi orang emosi (Foto: Instagram Bayu Skak)
Ilustrasi orang emosi (Foto: Instagram Bayu Skak)

jatimnow.com - Emosi sering merujuk kepada sesuatu hal yang negatif. Tak jarang emosi yang berlebihan bisa memunculkan hal yang tidak diinginkan.

Namun ternyata, munculnya emosi dalam tubuh merupakan hal wajar yang harus dihadapi serta dipahami.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Tiara Diah Sosialita mengatakan bahwa setiap orang memiliki emosi yang unik dan beragam. Meski memahami emosi bukan suatu hal mudah, namun jika mampu melakukannya akan dapat meningkatkan kepekaan terhadap emosi yang dihadapi.

Tiara memiliki beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memahami emosi dengan sederhana dan mudah untuk dipraktikkan. Pertama, setiap emosi muncul cobalah untuk menyadari dan mengakui bahwa emosi tersebut ada.

"Jangan diabaikan. Meskipun sulit, tidak mustahil untuk melatih kepekaan emosi yang kita rasa. Perlu dipahami bahwa emosi itu nyata adanya. Emosi sebenarnya reaksi alamiah yang kita rasa terhadap suatu peristiwa," terang Tiara, Rabu (8/3/2023).

Menurutnya, emosi yang muncul pada tubuh tidak ada yang salah. Namun apapun jenis emosinya hanya perlu penyikapan saja yakni perlu terima, sadari, dan akui. Tiara menjabarkan cara yang kedua, yakni dengan cara menenangkan diri.

"Tenangkan emosi yang menggebu-gebu, yang impulsif, yang meledak-ledak. Emosi menjadi penanda tindakan selanjutnya yang akan seseorang lakukan. Apabila tidak terkendali, maka emosi yang terjadi dapat berubah menjadi emosi negatif dan dapat membahayakan orang lain," paparnya.

Menenangkan diri dapat dilakukan dengan cara mengambil jeda terlebih dahulu sambil menarik napas. Ketiga, pikirkan konsekuensi yang bisa terjadi.

Dosen Fakultas Psikologi Unair, Tiara Diah Sosialita (Foto: Dok. pribadi Tiara)Dosen Fakultas Psikologi Unair, Tiara Diah Sosialita (Foto: Dok. pribadi Tiara)

"Jangan sumbu pendek, pikirkan konsekuensi jika kita langsung terdorong melakukan sesuatu karena emosi yang berlebihan. Misalnya sangat marah kepada seseorang lalu terdorong melakukan bullying atau kekerasan kepada teman," ungkap Tiara.

Keempat, ubah emosi yang negatif menjadi positif. Tiara memberikan cara yang paling mudah dilakukan terkait hal ini yakni dengan cara memposisikan diri sebagai korban.

Baca juga:
Unair Surabaya Jamin Tak Ada Kenaikan UKT

"Membayangkan kalau kita ada di posisi orang tersebut (korban, Red) apakah bisa menerima hal yang terjadi. Carilah celah untuk mendapatkan hikmah," tambah dia.

Tiara juga memberikan tips tentang cara mengelola emosi negatif. Menurutnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyalurkan emosi berlebih agar tidak merusak diri dan membahayakan orang lain.

"Setiap orang memiliki strategi yang nyaman bagi dirinya masing-masing. Misalnya ketika sedang merasa emosi, bisa menyalurkannya ke aktivitas fisik seperti olahraga sehingga energi yang negatif ini bisa tersalur ke kegiatan yang lebih positif," terangnya.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah journaling atau menulis di buka catatan. Sehingga kata Tiara apabila emosi diekspresikan dengan cara tersebut maka bisa bermanfaat untuk membantu seseorang mengekspresikan emosi yang dirasa.

"Jadi semacam buku harian, mencatat hari ini emosi apa yang muncul dan penyebabnya. Ini bisa membantu memahami dan memvalidasi emosi yang dirasakan. Dengan ini seseorang akan merasa ada yang mendukung, merasa ada kawan, ini memunculkan perasaan yang positif," papar Tiara.

Aktivitas ketiga adalah meditasi. Kegiatan ini dapat menenangkan pikiran serta memusatkan fokus pada hal-hal yang positif. Emosi juga bisa disalurkan kepada hobi.

Baca juga:
Mahasiswa Unair Ikhlas Temukan Senyawa Obat Cegah Sel Kanker

"Misal yang suka melukis, karaoke, membuat kerajinan, atau bahkan mendengarkan musik bisa disalurkan kepada hobi tersebut," ujar Tiara.

Yang tidak kalah pentingnya, ketika mengalami emosio, yaitu menjaga pola makan dan tidur. Dengan pola makan dan tidur yang baik akan membantu mengurangi stres. Jika seseorang terhindar dari stres, maka hati akan merasa gembira sehingga emosi negatif bisa terkelola dengan baik.

"Jangan lupa untuk me time, beri waktu diri kita sendiri untuk melakukan kegiatan yang kita senangi dan nikmati," tambah dia.

Tiara kembali menegaskan bahwa cara-cara yang dipaparkan itu tidak ditujukan untuk menghilangkan emosi negatif. Tapi membantu seseorang untuk mampu mengelola emosi negatif yang terjadi.

"Jadi ketika dia sedih bisa diterima, tidak berlarut dalam kesedihan atau emosi negatif lain. Ini bisa menjadi sarana untuk membangun kesehatan mental yang baik juga," pungkasnya.