Pixel Codejatimnow.com

Wanita di Pamekasan Meninggal Akibat Terbakar, Diduga Usai Cekcok dengan Pria

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Fathor Rahman
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Wanita berinisial NY, warga Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan meninggal dalam perawatan di rumah sakit, setelah tubuhnya terbakar.

Kakak korban, Indah awalnya mendapat kabar dari tetangganya, bahwa adiknya mengalami luka bakar dan dibawa ke rumah sakit.

"Sebelum meninggal, adik saya menceritakan bahwa ia selama jadi TKW di Jepang selalu mengirimkan uang pada DP," ujar Indah, Jumat (17/3).

Indah menyebut, berdasarkan cerita adiknya, uang tersebut digunakan DP untuk membeli mobil, rumah dan tanah dengan perkiraan sebanyak Rp1,5 miliar.

"DP hendak menjual tanah yang diberi dari uang kiriman adik saya. Adik saya tidak terima, makanya akhir Februari dia pulang dari Jepang. Sampai di sini, ia bersama temannya (B) mendatangi rumah DP," bebernya.

Dari situ, korban NY terlibat cekcok dengan DP. Karena kesal, korban yang sebelumnya datang membawa sebotol bensin, menumpahkannya ke lantai rumah DP.

Baca juga:
3 Pelaku Pengeboman Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Diringkus

"Setelah itu entah bagaimana ceritanya, adik saya terbakar. Lalu sampailah dia masuk rumah sakit akibat luka bakar itu," jelas Indah.

Menurut Indah, adiknya mendapatkan perawatan di rumah sakit selama 6 hari sebelum dinyatakan meninggal. Kini, Indah terus melakukan penelusuran terkait kasus yang menyebabkan adiknya meninggal.

"Kami sudah laporkan dan kami harap pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal," imbuhnya

Baca juga:
Polisi Pastikan Bahan Peledak di Rumah Ketua KPPS Pamekasan Berupa Bom Ikan

Indah juga hingga kini belum tahu apakah adiknya memiliki hubungan khusus dengan DP. Sebab saat ini DP sudah memiliki keluarga.

Sementara Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Eka Purnama mengaku masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya masih belum mengetahui detail kejadian tersebut.

"Kami sudah terima laporannya dan saat ini masih mengumpulkan informasi dan fakta-fakta kasus tersebut. Tentu kami dalami dan masih dalam proses," pungkasnya.