Pixel Codejatimnow.com

Buntut Aksi Berujung Ricuh, PMII Jombang Minta Kapolres Jombang Dicopot

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Elok Aprianto
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan pendopo Kabupaten Jombang, yang berakhir ricuh. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan pendopo Kabupaten Jombang, yang berakhir ricuh. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Cipayung yakni, GMNI, PMII dan HMI di depan kantor Pendopo Kabupaten Jombang, berbuntut panjang.

Pasalnya, aksi mahasiswa yang melakukan evaluasi kinerja 5 tahun Bupati dan wakil Bupati Jombang itu, berujung ricuh. Sehingga ada beberapa mahasiswa yang diklaim menjadi korban pemukulan oleh aparat. Baik kepolisian maupun Satpol PP.

Ketua PC PMII Jombang, Rizal Abdillah menjelaskan pada aksi kemarin para mahasiswa belum bertemu dengan Bupati.

"Saat berjalannya aksi tersebut Bupati tidak ada di tempat. Hanya ada Aspri dan Kepala Bappeda," ungkapnya, Rabu (22/3/2023).

Selanjutnya, sambung Rizal, para mahasiswa melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi di depan kantor Pendopo. Kemudian tak berselang lama masa aksi berniat memasuki pendopo untuk menunggu bertemu dengan Bupati.

"Kami peserta aksi meminta masuk ke dalam pendopo Kabupaten Jombang, namun diadang oleh pihak kepolisian, sehingga tindakan saling dorong tidak terhindarkan," jelasnya.

Baca juga:
Prabowo-Gibran Saingi AMIN di TPS Keluarga Cak Imin Ponpes Denanyar Jombang

Karena situasi yang chaos saat itu, sambung Rizal, sangat disayangkan respons aparat kepolisian dan Satpol PP cenderung represif. Sebagaimana video-video yang beredar di sosial media.

"Setidaknaya ada 10 sahabat kami yang mengalami luka ringan seperti lembab meskipun sudah dirawat dan ditangani," paparnya.

Atas adanya hal itu, pihaknya mengajak pada seluruh kader PMII di seluruh Indonesia untuk mendorong agar para oknum pelaku baik aparat kepolisian maupun Satpol PP yang melakukan tindakan anarkis. Agar ditindak tegas oleh instansi yang menaunginya.

Baca juga:
Ponpes Tebuireng Jombang Diklaim Dukung Prabowo-Gibran, Cek Fakta!

"Untuk itu kita meminta dukungan kepada seluruh sahabat-sahabat PMII se-Indonesia, agar instansi terkait dapat menindak tegas oknum kepolisian dan satpol PP yang bertindak sebagaimana yang bisa disaksikan," bebernya.

Selain itu, pihaknya meminta pada Kapolda Jawa Timur dan Kapolri untuk mencopot Kapolres Jombang AKBP Nur Hidayat dari jabatannya.

"Karena beliau bertanggung jawab penuh atas insiden tadi," pungkasnya.