Pixel Codejatimnow.com

Rumah Warga di Jombang Porak Poranda Tersambar Petir

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Elok Aprianto
Rumah Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben yang porak poranda usai tersambar petir. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Rumah Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben yang porak poranda usai tersambar petir. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rumah milik Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, porak poranda usai tersambar petir, pada Rabu (22/3/2023) sekitar pukul 04.00 WIB.

Selain atap rumah, petir juga menghancurkan beberapa perabotan, termasuk meteran listrik yang terpasang di rumahnya. Akibat peristiwa itu, Sugiono mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Menurut keterangan Wahid (55) warga setempat, sebelum adanya sambaran petir, yang mengagetkan warga. Wilayah Desa Jombok diguyur hujan disertai petir pada pukul setengah tiga dini hari.

"Hujan setengah tiga, hujan deras. Baru ada kilat, petir. Dan baru sekitar jam empat itu baru terdengar diarr...keras sekali bunyinya," ungkapnya.

Ia menyebut suara ledakan itu mirip bom, dan terdengar oleh seluruh warga.

"Sekitar 2 kilometer itu terdengar, suaranya keras sekali, duar, sampai semua orang bangun semua dan melihat ke lokasi yang ada bunyi ledakan," ujarnya.

Saat berada di lokasi, ia melihat kondisi rumah Sugiono sudah dalam kondisi porak poranda akibat sambaran petir.

"Di sini sudah porak poranda semua, tapi warga gak berani masuk karena listrik ancur. Karena masih ada aliran listrik," jelasnya.

Ia menyebut ledakan akibat sambaran petir membuat atap rumah Sugiono rusak. Dan sejumlah barang elektronik di dalam rumah rusak.

"Genteng itu hancur, kaca jendela itu hancur, terus peralatan elektronik hancur semua, termasuk meteran listrik juga hancur disambar petir," paparnya.

Baca juga:
Pj Bupati Jombang Ajak Petani Tembakau di Kabuh Kembangkan Kawasan Industri Sigaret

Sementara itu, Sugiono pemilik rumah mengaku saat petir itu menyambar rumah. Ia dan anaknya sedang tidur di dalam kamar bagian belakang.

"Tadi saya tidur di kamar, terus tahu meledak di depan, seperti bola yang meledak," bebernya.

Ia mengaku kaget, karena bunyi ledakan ini mirip petasan.

"Ya kaget mas, terus lari keluar rumah minta tolong tetangga karena takut bunyi ledakan sangat keras," ujarnya.

Ia menjelaskan petir menyambar kabel almari es yang ada di dalam rumah. Sehingga barang elektronik di rumah rusak semuanya. Termasuk atap dan dinding rumah juga rusak.

Baca juga:
Data Korban Tewas Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari Malang di Tol Jombang

"Langsung ke kabel kulkas. Langsung meledak kulkas. Genteng rontok semua, kaca jendela pecah dan dindingnya juga ikut retak," bebernya.

Ia mengaku akibat peristiwa ini ia mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

"Ya kerugian kurang lebih sekitar 10 jutaan mas," ucapnya.

Ia berharap kedepan ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat sambaran petir.

"Ya tadi BPBD udah datang. Pas hujan tadi pagi. Ya harapannya ada yang bantu," pungkasnya.