Pixel Codejatimnow.com

Lezatnya Es Campur Kartini Kota Pasuruan, Padukan Rasa Legendaris dan Kekinian

Editor : Rochman Arief  Reporter : Moch Rois
Es campur di Jalan Kartini Kota Pasuruan tetap menjaga cita rasa sejak berdiri tahun 1970. (foto:Moch Rois/jatimnow.com)
Es campur di Jalan Kartini Kota Pasuruan tetap menjaga cita rasa sejak berdiri tahun 1970. (foto:Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menyaksikan es campur di tengah terik matahari yang panas menjadi tantangan bagi yang menjalani ibadah puasa. Seolah-olah menunggu waktu  berbuka puasa butuh waktu lama. Padahal biasa saja.

Ngomong-ngomong soal es campur, tidak bisa lepas dari sajian di Kota Pasuruan. Disebut es campur kartini lanaran beralamat di Jalan Kartini, Kelurahan Bangilan, Kota Pasuruan bisa menjadi jujugan wisata kuliner.

Pada saat Ramadan seperti saat ini, es campur di Jalan Kartini menjadi tujuan untuk berbuka puasa. Terlebih cita rasa es campur di sini sudah melekat di benak warga Kota Pasuruan.

Kelebihan es campur di Jalan Kartini ini menyajikan cita rasa kekinian, dan mempertahankan balutan rasa klasik yang diwariskan turun temurun sejak tahun 1970. Cita rasa ini yang membuat es campur kartini legend bagi warga sekitar.

Es campur di Jalan Kartini Kota Pasuruan masih mempertahankan cita rasa leluhur. (foto: Moch Rois/jatimnow.com)Es campur di Jalan Kartini Kota Pasuruan masih mempertahankan cita rasa leluhur. (foto: Moch Rois/jatimnow.com)

"Yang unik di es campur kartini ini ada dark coklat yang spesial, pahitnya dark coklat menyatu dengan gula dan susu kental manis. Jadi es campurnya pas, gak kemanisan, serta terlihat kekinian. Lalu isiannya cao, kolang kaling dan manisan blimbing, nanas, jadi cita rasa klasiknya tetap terjaga," jelas Adi, pembeli asal Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Bisma Kartarisman selaku pemilik, mengatakan jika kedai es campur kartini adalah kedai milik keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menceritakan jika kakeknya membuka kedai sederhana berjualan es campur pada tahun 1970 di Pasar Poncol, Kota Pasuruan.

Banyaknya pembeli yang berdatangan, membuat kedai tersebut berpindah ke Jl RA Kartini, Kelurahan Bangilan, sejak tahun 1990.

Baca juga:
JConnect Ramadhan Festival 2023 Ditutup, Catatan Transaksinya Bikin Ngiler

"Dulu awalnya kakek saya namanya Cak No, membuka warung es campur di Pasar Poncol tahun 1970, dulu cuma ada logo dua kelinci. Menginjak tahun 1990 pindah ke Jalan Kartini, dan itu membuat namanya menjadi Es Campur Kartini," jelas Bisma, generasi ketiga penerus Kedai Es Campur Kartini.

Salah satu pelanggan setia es campur di Jalan Kartini Kota Pasuruan. (foto: Moch Rois/jatimnow.com)Salah satu pelanggan setia es campur di Jalan Kartini Kota Pasuruan. (foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Hal yang membedakan es campur miliknya dengan yang lain adalah cita rasa khas klasik yang dipertahankan. Salah satunya adalah isian es campur yang dipertahankan, serta memakai dark coklat, bukan dari susu coklat kental manis (SKM).

Untuk seporsi ukuran mangkuk es campur kartini, Bisma membandrolnya seharga Rp12.000.

Baca juga:
Temui Pedagang Pasar, DPRD Surabaya Sebut Perekonomian Kian Membaik

"Alhamdulillah, es campur yang kami jaga sejak tahun 1970-an, membuat kedai kami tetap laris dan pelanggan setia masih terus berdatangan. Kadang juga ada yang pesan untuk hajatan besar," tandasnya.

Selama bulan ramadhan ini, kedai es campur ini buka mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Untuk lokasi parkir tidak perlu khawatir, kedai yang berada di pinggir jalan RA Kartini membuat akses parkir mudah, baik kendaraan mobil atau pun sepeda motor.