Pixel Codejatimnow.com

Kirim Paket COD, Kurir di Kota Malang Tidak Dibayar tapi Malah Dianiaya

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Achmad Titan
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Bayu Febrianto Prayoga. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Bayu Febrianto Prayoga. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Andika (22) warga Jalan Arif Margono, Gang I, Kecamatan Klojen, Kota Malang bernasib apes. Kurir jasa ekspedisi ini menjadi korban penganiayaan.

Dirinya jadi korban penganiayaan dari penerima yang beralamat di Jalan Arif Margono, Kecamatan Sukun, Kota Malang , Minggu (26/3/2023).

Saat dikonfirmasi Andika membenarkan kejadian tersebut. Waktu itu dirinya tengah mengantar paket COD, namun penerima tidak ada, akhirnya paket ditaruh depan rumah.

"Kemudian saya tinggal mengantar paket lainnya, tapi sampai siang tidak ada kabar dari pemilik paket. Sehingga sore hari saya kembali menagih uang paket senilai Rp200 ribu," ungkapnya.

Namun, pemilik paket malah tidak cocok dan menolak membayar paket COD yang diterima. Dirinya pun menegaskan jika kurir tak bertanggung jawab terhadap isi dan kualitas paket, kurir hanya bertugas mengantar dan memastikan uang paket.

Baca juga:
5 Fakta Ayah Tega Aniaya Bayi Berusia 6 Hari di Surabaya

"Setelah saya ngomong begitu, dia tidak terima dan memanggil suaminya yang ada di dalam rumah. Kemudian saat suaminya datang langsung menendang dan memukul saya, bahkan saya juga sempat minta tolong ke warga lainnya," ujarnya.

Akibat kejadian itu, Andika memutuskan visum ke RS, hasil visum ada memar bagian paha dan melaporkannya ke Polresta Malang Kota.

"Kenapa saya melapor supaya tidak lagi terulang kasus serupa. Dan ini merupakan kejadian pertama yang saya alami," imbuhnya.

Baca juga:
Kuasa Hukum Anak DPRD Surabaya Bantah Ada Penganiayaan di Rumah Aspirasi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Bayu Febrianto Prayoga membenarkan adanya laporan tersebut.

"Ya benar ada, sudah kita terima. Petugas masih melakukan penyelidikan," tutupnya.