Pixel Code jatimnow.com

Pelindo Terminal Petikemas Fokus Transformasi Kinerja

Editor : Rochman Arief  
SPTP fokus meningkatkan transformasi dan operasional guna memberi benefit kepada customer di seluruh terminal. (foto: SPTP for jatimnow.com)
SPTP fokus meningkatkan transformasi dan operasional guna memberi benefit kepada customer di seluruh terminal. (foto: SPTP for jatimnow.com)

jatimnow.com –Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas mampu meningkatkan kinerja sepanjang tahun 2022 yang ditandai dengan percepatan bongkar muat peti kemas maupun layanan kapal.

Hasilnya, Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP, mampu memberi benefit bagi customer. Misalnya penghematan biaya operasional kapal dan percepatan layanan peti kemas.

Sementara feedback yang didapat SPTP adalah efisiensi biaya operasional bongkar muat dan potensi peningkatan trafik kapal.

Menyikapi hal ini, Direktur Utama SPTP, M.Adji mengakui masih membutuhkan transformasi (peningkatan operasional). Langkah ini akan dilakukan dalam dua tahun ke depan sejak dilakukan merger.

“Kadang-kadang kita merasa terminal kurang luas atau kurang alat. Sebenarnya (mungkin) cara kerja kita belum optimal. Kami ingin memastikan dulu dalam dua tahun ke depan,” tegas M.Adji, di Surabaya beberapa waktu lalu.

Anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia ini ingin memastikan transformasi kinerja lebih baik sebelum melakukan investasi, baik peremajaan alat, perluasan container yard, maupun dermaga.

Direktur Utama SPTP, M.Adji. (foto: SPTP for jatimnow.com)Direktur Utama SPTP, M.Adji. (foto: SPTP for jatimnow.com)

Baca juga:
Mudik Gratis Pelindo Petikemas Diserbu Penumpang

“Salah satu contoh transformasi di Pelabuhan Belawan (Medan). Setelah dilakukan transformasi tiga alat idle. Ada tiga RTG yang nganggur. Nah inilah yang saya maksud, transformasi sangat penting agar operasional kita bener-bener excellent,” Adji menjelaskan.

Sementara itu, Corporate Secretary, Widyaswendra mencontohkan peningkatan percepatan bongkar muat peti kemas sudah lebih dari 50 persen. Malahan ada terminal yang sudah sanggup meningkatkan bongkar muat mencapai 100 persen.

“Pelabuhan Ambon misalnya, sanggup mencatat 26 boks per jam dari awalnya 12 boks per jam. Bahkan skor tertinggi sanggup 35 boks per jam. Ini menandakan transformasi kita sudah berjalan on track,” jelasnya.

Baca juga:
TTL Disinggahi Kapal dengan Draught Terdalam Capai 13,27 Meter, Pecah Rekor

Dampak dari percepatan bongkar muat adalah waktu tunggu kapal yang juga turun drastis. Pelabuhan Sorong, dari 72 jam menjadi 24 jam, masa waktu tunggu kapal.

Namun demikian, SPTP membutuhkan waktu untuk memberikan service excellent kepada pelanggan. Sebab, sejak merger Oktober 2021 silam, dibutuhkan waktu untuk memberikan layanan terbaik.

Sementara itu, throughput peti kemas sepanjang tahun 2022 mencapai 11,16 juta TEU's atau naik tipis dari tahun 2021 yang tercapai 11,04 juta TEU's.