Pixel Codejatimnow.com

Cerita Menegangkan Wanita di Banyuwangi Terperosok ke Sungai saat Kejar Jambret

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Eko Purwanto
Sungai tempat wanita di Banyuwangi terperosok saat kejar jambret (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Sungai tempat wanita di Banyuwangi terperosok saat kejar jambret (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wanita yang terperosok ke sungai di Dusun Krajan, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi saat mengejar jambret, menceritakan kejadian yang menimpanya.

Wanita korban jambret itu bernama Siami (50), warga dusun setempat. Dia menyebut, peristiwa itu menimpanya pada pada Sabtu (15/4/2023) siang.

Saat itu dia sedang belanja untuk kebutuhan lebaran di Pasar Patokwesi dusun setempat menggunakan motor. Setelah berbelanja, Siami pulang menuju rumah. Namun di tengah jalan, ia dijambret pria bermotor.

"Dompet yang saya taruh di kotak dashboard motor bagian depan tiba-tiba dijambret," ujar Siami kepada jatimnow.com, Minggu (16/4/2023).

Siami spontan berteriak jambret. Namun keramaian yang ada tidak membuat pelaku takut dan justru kabur. Siami bergegas menggeber motornya mengejar pelaku.

Namun, jalur menikung tajam yang dilaluinya, justru membuatnya terperosok ke saluran irigasi itu bersama motornya.

"Karena panik jadi tak begitu konsentrasi pada jalur. Pas jalanan menikung, motor tak bisa saya kuasai dengan baik," tambahnya.

Siami pun terjun bebas bersama motornya ke sungai itu. Barang bawaan berupa jajanan lebaran yang ditaruh di pijakan motor juga ikut nyemplung. Kebutuhan lebaran senilai hampir Rp1 juta itu pun hanyut.

Belum lagi dompet berisi uang dan sejumlah surat berharga miliknya yang dibawa kabur pelaku.

"Di dompet ada uang Rp250 ribu, kartu ATM, STNK, KTP dan surat perhiasan milik saya. Jajan hari raya juga ikut hanyut. Hanya sebagian yang bisa diselamatkan," ungkapnya.

Baca juga:
Mengenal Ritual Seblang Olehsari di Banyuwangi, Menari 7 Hari Berturut-turut

Siami mengingat jelas ciri-ciri pelaku yang nyaris mengantarkannya ke jalur celaka. Mengingat menurut kesaksian warga, kanal tersebut kerap memakan korban jiwa para pengendara.

"Pakai topi berperawakan besar dan menggunakan jaket serta celana jeans. Orangnya berperawakan tinggi besar," ungkap dia.

Luka memar masih terlihat di bagian kaki dan tangan Siami. Kendati begitu, ia masih memaafkan pelaku. Apalagi masih dalam bulan suci ramadan. Dia hanya mengatakan memaklumi tindakan pelaku.

"Mungkin (pelaku) sedang membutuhkan uang. Saya kira kalau diambil uangnya saja dan meninggalkan dompet saya, saya ikhlaskan benar. Sekarang pun saya sudah ikhlas," tutur dia.

Karena masih dilanda rasa trauma, rencananya, Siami baru melapor ke polisi esok hari. Itupun membuat laporan untuk kehilangan untuk surat-surat motor miliknya.

Baca juga:
KKP Gelontor Dana Rp22 Miliar Bangun Kampung Nelayan Modern di Banyuwangi

"Buat surat kehilangan STNK dan KTP. Sedangkan ATM sudah saya minta ke pihak bank untuk diblokir," tambahnya.

Sementara Kapolsek Cluring, AKP Eko Darmawan menyebut bahwa pihaknya belum menerima laporan peristiwa itu.

"Belum ada laporan ke kita. Kejadian ini sudah saya infokan tadi ke kanit reskrim," terang Eko.

Selain itu, Eko juga sudah menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan terkait kebenaran peristiwa itu.