Pixel Codejatimnow.com

Bocah Bojonegoro Kecanduan Aroma Bensin, Tidak Menghirup Badan Terasa Pegal

Editor : Aris Setyoadji  Reporter : Misbahul Munir
Tarning bersama anaknya, Abimanu ditemui di rumahnya.(Misbahul munir/Jatimnow.com)
Tarning bersama anaknya, Abimanu ditemui di rumahnya.(Misbahul munir/Jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang bocah bernama Farhan Abimanu (17), asal Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro belakangan ini viral di media sosial lantaran video aksi kocaknya saat mengikuti pengajian bersama Kiai Anwar Zahid. Ternyata bocah tersebut diketahui memiliki kebiasaan yang tidak lazim yakni kecanduan menghirup aroma bensin.

Kebiasaan tidak lazim itu diketahui sudah dilakukan Abimanu sejak Ia masih kecil. Saat ditemui di rumahnya oleh Jatimnow.com Abimanu nampak tengah asik menghirup botol plastik yang di dalamnya berisi BBM jenis pertalite yang dimasukan di kaosnya.

Kepada Jatimnow.com Abimanu menceritakan, awal mula kecanduan saat dirinya disuruh seorang pedagang blewah untuk menghirup aroma bensin. Oleh pedagang tersebut, diberitahu kalau aroma bensin itu enak.

“Dulu ada orang bakul gerbis (pedagang blewah) nyuruh aku nyium bensin. Dia berkata kalau bensin katanya enak, kemudian aku cium beneran, hingga kecanduan sampai saat ini,” ujar Manu sapaan akrabnya, Kamis (4/5/2023).

"Kalau kurang gak nyium (bau bensin) rasanya pegel-pegel, lemas. Aromanya enak mas," sambung polos Manu.

Di lain sisi, Ibunda Abimanu, Tarning (50), mengatakan kalau putranya itu kecanduan menghirup aroma bensin sejak di sekolah dasar (SD).

"Sampun dangu (sudah lama) mas. Terose larene nggeh enak, malah nek mboten ngambu bensin, awake lemes (kata anaknya ya enak, justru kalau nggak menghirup bensin, badannya lemas)," uangkap Tarning.

Menurutnya, sudah berbagai cara dilakukan agar putranya tersebut berhenti melakukan kebiasaan tidak lazim tersebut. Namun, Abimanu selalu berontak dan lanjut pergi meninggalkan rumah.

Baca juga:
Hadiri Selawat di Bojonegoro, Dua Syekhermania Terjatuh dari Truk Hingga Patah Tulang

Abimanu sendiri merupakan putra bungsu dari keluarga tersebut, Kedua kakaknya bekerja di perantauan. Sementara sang ayah diketahui sudah meninggal sejak Ia masih kecil.

"Sejak Bapaknya kapundut (meninggal) Dia (Abimanu) seneng nyedot (menghirup) bensin lagi, dulu sudah pernah berhenti. Sak niki (sekarang) ya terus, mau tidur saat main ya bawa botol isinya bensin," sambungnya.

Sepeninggal sang Ayah, Abimanu juga terpaksa putus sekolah dan hanya lulus sekolah menengah pertama (SMP). Alasannya karena tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah.

Tidak hanya itu, saat ini diketahui Tarning sedang sakit struk. Hal tersebut membuatnya tidak mampu lagi untuk bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah dan tetangga.

Baca juga:
Abdul Wahid Azar Maju Pileg 2024 dari Dapil Bojonegoro-Tuban, Tawarkan 3 Progam Ini

Atas kondisi tersebut Tarning hanya bisa pasrah dan terus berdoa agar putranya bisa sembuh dan tidak kecanduan menghirup aroma bensin lagi.

"Mustinya dia sudah SMA kelas 2, karena tidak ada biaya terpaksa tidak lanjut sekolah, sekarang ya main buat YouTube, sama biasanya ikut bantu bersih-bersih Koramil, Manu ini gak bisa diam sering keluar," pungkasnya.

Terpisah, Kades Kesongo, Kusnadi mengatakan bahwa pihak desa bersama petugas puskesmas setempat sudah berupaya melakukan pendekatan kepada Manu untuk dilakukan rehabilitasi dari kecanduannya tersebut.

“Sebelum saya tawari untuk rehab, Manu (sapaan akrab Abimanu) sering main ke rumah, bahkan dia juga sering minta rokok. Namun, usai saya tawari untuk berobat, dia malah menjauh dari saya, dan terus menghindar ketika bertemu saya,” jelas Kusnadi.