Pixel Code jatimnow.com

Diiringi Seni Bantengan, Kader PDI Perjuangan Kota Batu Daftarkan 30 Bacaleg

Editor : Aris Setyoadji   Reporter : Achmad Titan
Seni bantengan iringi Bacaleg PDI Perjuangan Kota Batu. (Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Seni bantengan iringi Bacaleg PDI Perjuangan Kota Batu. (Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seni bantengan iringi rombongan kader DPC PDI Perjuangan mendaftarkan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Kantor KPU Kota Batu, pukul 9.00 WIB, Kamis (9/5/2023).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, pihaknya datang diiringi bantengan dan macan ini menggambarkan bahwa di PDI Perjuangan dari dulu hingga saat ini masih menjunjung nilai kebudayaan terutama terhadap seni bantengan kepada masyarakat Kota Batu.

"Itu menunjukkan semangat kebersamaan mendaftar bersama bisa memenangkan kami pada pemilu mendatang, seperti pada tahun sebelumnya," ujarnya.

Alasan memilih daftar saat ini merupakan instruksi Ketum PDI Perjuangan agar dilakukan secara serentak di Indonesia mulai pukul 08.00 WIB maksimal pukul 10.00.

"Kami merupakan partai pertama yang mendaftar ke KPU. Harapan kami semoga bisa hatrick meraih kemenangan," ujarnya.

Baca juga:
Bung Karno Tak Terbukti Khianat, Indah Kurnia Ajak Warga Melek Sejarah

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Komisioner KPU dan semua persyaratan sudah sesuai dengan apa yang dipersyaratkan. Total ada 30 Bacalef dari PDIP yang mendaftar ke KPU Batu.

"Total ada 30, Dapil 1 ada 7 caleg, Dapil 2 ada 7 caleg, Dapil 3 ada 9 caleg, dan Dapil 4 ada 7 caleg. Pesan kami semua caleg harus bisa memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat," katanya.

Baca juga:
Mas Dhito Pimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Gantikan Murdi Hantoro

Ketua KPU Kota Batu, Mardiono mengatakan jika saat ini PDIP merupakan pendaftar pertama.

"KPU sangat mengapresiasi karena PDIP merupakan pendaftar pertama," tutupnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam