Pixel Codejatimnow.com

Kedapatan Bawa Hasil Curian, Duo Bocil Komplotan Curanmor Asal Surabaya Nangis

Editor : Aris Setyoadji  Reporter : Farizal Tito
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Komplotan pencurian kendaraan motor (curanmor) yang masih berusia remaja yang kerap mengobok-obok kawasan Tambaksari Surabaya ditangkap polisi. Dalam penyidikan mereka menangis (mewek) menyesali perbuatannya.

Kedua bocil ini yakni ialah MRF (19) warga Pogot Baru, Kecamatan Kenjeran dan RR (14), asal Sidoyoso Wetan, Kecamatan Simokerto, Surabaya itu diringkus Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengatakan, dua remaja tersebut mencuri motor di dua TKP, yakni di Jalan Setro Baru Utara dan Jalan Jagiran.

“Kami mendapat laporan dari korban, lalu menyelidiki hingga akhirnya mendapatkan ciri-ciri kedua pelaku,” ujar Mirzal, Senin (22/5/2023).

Setelah mendapatkan ciri-ciri kedua pelaku, petugas melakukan pengintaian di daerah Surabaya utara, yakni mengarah ke arah Madura.

Baca juga:
Melihat Tampang Garang dan Klasik Motor Listrik Molindo di IIMS Surabaya

“Kami mendapatkan ciri-ciri dari kendaraan korban yang digunakan oleh pelaku. Kemudian MRF dan RR kami berhentikan,” katanya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan kunci T dan beberapa alat yang digunakan untuk mencuri kendaraan bermotor.

“Motor yang digunakan pelaku tersebut juga kami periksa dan ternyata rumah kuncinya rusak, dugaan kami benar bahwa kendaraan yang digunakan adalah hasil curian,” tuturnya.

Baca juga:
Hak Suara Napi dan Pekerja Mall di Surabaya pada Pemilu 2024 Terancam Hilang

Alumni Akpol tahun 2004 ini menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan tersebut, keduanya hanya tampak merunduk dan merenungi aksinya itu. Bahkan keduanya menangis ketika diinterogasi oleh penyidik satreskrim Polrestabes Surabaya.

sedangkan dari pengakuannya keduanya kerap beraksi di daerah perumahan yang tampak sepi. “Kedua pelaku ini kerap berkeliling perumahan menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran kendaran yang tidak dijaga oleh pemiliknya,” jelasnya.

MRF dan RR dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.