Pixel Codejatimnow.com

Dishub Surabaya Sosialisasi Warga agar Minta Karcis saat Parkir

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Haryo Agus
Kepala Dishub Surabaya Tandjung Iswandaru saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meminta karci parkir. (Foto: Haryo Agus /jatimnow.com)
Kepala Dishub Surabaya Tandjung Iswandaru saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meminta karci parkir. (Foto: Haryo Agus /jatimnow.com)

jatimnow.com- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya melakukan sosialisasi gerakan meminta karcis di kawasan Taman Bungkul Surabaya, Kamis (10/8/2023).

Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kita Surabaya Tundjung Iswandaru menjelaskan bahwa pengunjung yang akan parkir harus meminta karcis kepada juru parkir (Jukir).

"Terutama pengguna jasa parkir, saya sampaikan kalau parkir minta karcisnya, kalau gak, ya gak usah dibayar. Harapan saya orang juga tidak segan meminta," kata Tundjung.

Sosialisasi ini dilakukan guna meminimalisir kecurangan yang dilakukan oleh juru parkir. Karena, banyak dari juru parkir yang tidak memberi karcis parkir kepada pengendara. Ditengarai karcis itu ditimbun agar mendapat penghasilan yang lebih banyak.

"Kita kan gak tahu yang tanggal ini disimpan diedarkan berapa hari lagi, tapi kebanyakan bukan itu. Kebanyakan sudah ditarget 100 ribu. Ternyata pada hari itu pendapatannya lebih dari 100 ribu. Kalau semua meminta karcis mau tidak mau diberikan karcis itu kalau habis minta," ungkapnya.

Baca juga:
Target PAD Surabaya Parkir TJU Jauh dari Target, DPRD Pertanyakan Kerja Dishub

Kepala Dishub Surabaya juga mengimbau kepada juru parkir agar tidak menimbun karcis. Jika karcis yang dibutuhkan kurang, Jukir berhak meminta kepada petugas untuk diberikan lagi.

"Setiap harinya sesuai potensi dia (Jukir), tidak bisa dirata-rata. Kalau ada event tentu tambah. Kalau mengandalkan itu misal 30 ternyata sampai 50 ya kalau gak minta ya PAD-nya gak ke kita. Kalau kurang ya Jukir berhak minta, nanti ada satgas memberikan itu," imbuhnya.

Baca juga:
Pendapatan Parkir di Kota Malang Rp3,8 Miliar, Dishub Intensif Bina Jukir

Selanjutnya, Tundjung berharap pembayaran parkir bisa menggunakan nontunai atau cashless. Untuk mekanisme pembayaran tersebut sedang dalam pembahasan.

"Harapannya cashless. Masih kajian beberapa alternatif mekanisme pemungutannya. Nanti akan finalisasi pembahasan dan lain-lain. akan di konsultasikan dan dikomunikasikan ke masyarakat," tandasnya.