Pixel Codejatimnow.com

Sesepuh NU Jatim KH Anwar Iskandar Dipilih jadi Ketua MUI Pusat

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Ni'am Kurniawan
KH Anwar Iskandar (kiri) (dok.jatimnow.com)
KH Anwar Iskandar (kiri) (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - KH Anwar Iskandar dipilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Keputusan berdasarkan hasil Rapat Pleno MUI, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Diangkatnya salah satu sesepuh di PWNU Jatim sebagai Ketua MUI pusat kali ini karena pengunduran KH Miftachul Akhyar dari jabatannya.

Ketua Organizing Committe (OC) Rapat Pleno DP MUI, KH Rofiqul Umam Ahmad menyampaikan, rapat pleno ini merupakan amanat dari hasil rapat pimpinan MUI pada 30 Mei 2023 lalu.

"Memutuskan bapak KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI menggantikan KH Miftachul Akhyar yang mengundurkan diri," ucap Kiai Rofiq, dalam siaran resmi MUI.

Dari keputusan rapat pleno tersebut, penetapan akan dilanjutkan dengan rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh KH Ma'ruf Amin selaku ketua dewan pertimbangan MUI.

Baca juga:
PKS Jatim Sebar 200 Ribu Paket Daging di Momen Idul Adha 2024

Senada Wakil Ketua Umum MUI Buya Basri Bermanda yang menjadi Ketua Rapat Pleno juga mengungkapkan, pemilihan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI telah melalui proses yang panjang dan sesuai dengan mekanisme yang ada di MUI.

"Tadi sudah diputuskan KH Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI menggantikan KH Miftachul Akhyar," imbuh dia.

Diketahui, KH Anwar Iskandar lahir pada 24 April 1950 di Berasan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Sebelum ditunjuk menggantikan KH Miftachul Akhyar, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI serta merupakan Wakil Rais Aam PBNU periode 2022-2027.

Baca juga:
Kopi Pagi Tulungagung Deklarasikan Dukung KH Marzuqi Mustamar Maju Pilgub Jatim

Ulama NU asal Banyuwangi itu pernah menimba ilmu di Ponpes Mambaul Ulum. Ia adalah alumni dari Ponpes Lirboyo Kediri, Pondok Al-Falah Sarang Rembang, Minggen Demak, dan Ilmu Falak di Jember.

KH Anwar Iskandar juga merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pesantren Al-Amien di Kediri. Pada bidang politik, ia sempat menjadi anggota MPR RI tahun 1998. Pada 1997, ia sempat menjadi Rais Syuriyah PWNU Jatim, sosoknya menjadi sesepuh alim lama PWNU Jawa Timur.