Pixel Codejatimnow.com

UIN Tulungagung Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Jupel

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Bramanta Pamungkas
Sejumlah Jupel saat mendapatkan penghargaan dalam Prajnaparamitha award. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sejumlah Jupel saat mendapatkan penghargaan dalam Prajnaparamitha award. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memberikan penghargaan kepada sejumlah Juru Pelihara (Jupel) candi dan situs, di wilayah eks Karisidenan Kediri.

Melalui ajang Prajnaparamitha Award 2023, mereka berkomitmen menghargai yang telah dilakukan oleh para Jupel ini.

Dalam kegiatan tersebut, mereka juga meminta pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para Jupel.

Saat ini, setiap bulan Jupel tersebut hanya mendapatkan gaji antara Rp750 ribu hingga Rp1 juta saja.

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Maftukhin mengatakan pemajuan kebudayaan sebagaimana amanat UU No. 5 tahun 2017 tidak mungkin bisa dilepaskan dari peran para pemangku dan pemaju kebudayaan.

Salah satu pemangku kebudayaan yang sangat mengakar kiprahnya dalam kultur masyarakat adalah para juru pelihara atau juru kunci.

"Mereka selama ini telah menunjukan konsisten dalam menjaga kebudayaan serta menjadi ujung tombak dalam pemajuan kebudayaan," ujarnya, Sabtu (02/09/2023).

Baca juga:
Resmikan Gedung UIN Tulungagung, Menteri Agama Singgung Polemik Visa Haji

Selama ini Jupel tersebut mendapatkan gaji yang sangat kurang. Beberapa diantaranya memang sudah diangkat menjadi ASN, namun jumlahnya masih sangat kecil.

Para jupel tersebut saat ini mendapatkan gaji berkisar Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. Nominal tersebut dirasa masih sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk itu kita memperjuangkan agar para Jupel juga mendapatkan tambahan gaji karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelestarian kebudayaan," tuturnya.

Baca juga:
Pengganti Belum Dilantik, Kemenag Perpanjang SK Rektor UIN Tulungagung

Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Heryani menerangkan total Jupel yang menjadi berada di bawah mereka seskitar 350 jupel.

Terdapat juga para jupel yang berada di bawah Dinas Kebudayaan provinsi dan Pemkab setempat. BPK sendiri berkomitmen untuk ikut membantu mengangkat kesejahteraan para Jupel ini.

"Target kita gaji mereka minimal setara dengan UMR setiap bulannya," pungkasnya.