jatimnow.com

Ikut Mediasi Banser-FPI, Ansor: Bu Risma Mewakili Arek Suroboyo

Wali Kota Risma saat mendatangi Mapolrestabes Surabaya 🔍
Wali Kota Risma saat mendatangi Mapolrestabes Surabaya

jatimnow.com - Meski tidak bersedia memberikan tanggapannya terkait hasil mediasi yang digelar Polrestabes Surabaya untuk mempertemukan Banser dan FPI, maksud Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) hadir pada mediasi itu akhirnya terjawab.

M Faridz Afif, Ketua Ansor Surabaya yang sekaligus Panglima Banser Surabaya, mengungkap respon Risma disaat mediasi.

"Bu Risma mewakili Farid (pemuda yang pakai baju Banser saat kericuhan, Jalan Indrapura, 26 Agustus 2018 kemarin, red)," sebut Afif, Rabu (29/8/2018).

Mengapa Risma datang untuk mewakili Farid? Menurut Afif, Risma menganggap bahwa Farid itu merupakan anak Surabaya (arek Suroboyo).

"Dia (Farid) kan anak Surabaya. Dan saya juga meminta maaf," beber Afif menirukan ucapan Risma dalam mediasi.

Memang, dari pantauan jatimnow.com, Farid, pemuda yang berpakaian Banser saat kericuhan di Jalan Indrapura, 26 Agustus 2018 kemarin, terlihat didatangkan dalam mediasi. Saat itu, Farid diduga melontarkan ujaran kebencian terhadap FPI. Farid bahkan meminta maaf kepada Afif di depan kamera wartawan. Farid

Terkait aksi Farid pada kericuhan tersebut, Afif menyebut bahwa Banser yang turun saat itu, non komando.

"Makanya kami tadi juga menyampaikan dalan mediasi bahwa kami masih menggali fakta, Banser yang turun itu ada yang menggerakkan atau nurani mereka sendiri," sambungnya.
 
Afif juga memastikan bahwa sejumlah Banser yang turun saat itu bukan dirinya dan bukan Pimpinan Cabang Ansor Surabaya yang memerintahkan.

"Sebab, Banser ini ada dua. Banser yang struktural dan Banser yang kultural. Yang kultural inilah yang susah kita deteksi. Karena mereka bergerak bukan atas perintah melainkan naluri," pungkasnya.

Reporter : Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto

Loading...