Pixel Code jatimnow.com

Penembakan Polisi PJR di Jawa Barat, Ini Antisipasi Polda Jatim

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Erwin Yohanes
ilustrasi/dok.jatimnow.com
ilustrasi/dok.jatimnow.com

jatimnow.com - Sepekan sudah penembakan terhadap dua Polisi PJR (Patroli Jalan Raya) Polda Jawa Barat terjadi di KM 223–400 Tol Kanci-Pejagan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peristiwa itu, rupanya menjadi perhatian khusus polda lain, termasuk Polda Jatim.

Kasat PJR, Ditlantas Polda Jatim, AKBP Bambang S Wibowo menyatakan, peristiwa di Jawa Barat tersebut tidak akan mengubah pola kegiatan anggota PJR Polda Jatim untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Tapi, Bambang menyebut, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pihaknya agar anggota PJR lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspdaan, tanpa mengabaikan tugasnya (tugas pokok PJR).

"Dan tentunya, ada kegiatan tambahan untuk mengantisipasinya. Salah satunya yaitu kami bekerjasama dengan pengamanan dari fungsi Intelejen maupun Reskrim agar hal serupa tidak terjadi di sini (Jatim). Dan antisipasi ini sudah berjalan," beber mantan KabagOps Polrestabes Surabaya ini, Minggu (2/9/2018).

Sekedar diketahui, penembakan terhadap dua polisi patroli jalan raya (PJR) Polda Jawa Barat oleh orang tak dikenal terjadi di KM 223–400 Tol Kanci-Pejagan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (25/8/2018) sekitar pukul 21.00 Wib.

Dua anggota Polri yang berdinas di PJR Ditlantas Polda Jabar tersebut yaitu Ipda Anumerta Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana. Keduanya ditembak orang tak dikenal setelah mencoba mendekati tiga pria yang duduk di tepi jalan tol.

Baca juga:
Aplikasi MTC Polda Jatim Raih Penghargaan Gubernur Khofifah

Ipda Anumerta Dodon mengalami luka di dada dan rahang, sedangkan Aiptu Widi terluka di tangan. Keduanya sempat dirawat di RS Mitra Plumbon, Jawa Barat. Namun, Ipda Dodon meninggal setelah menjalani perawatan medis secara intensif di CT Scan Post Mortem Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Setelah menyelidiki kasus tersebut, Polri memastikan ketiga pelaku penembakan itu merupakan anggota kelompok teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Identitas mereka diketahui setelah kedua pelaku, dengan inisial IC dan RJ, mengunjungi sebuah rumah sakit di Slawi untuk mengobati luka tembak dengan mengaku sebagai anggota polisi yang terkena tembakan penjahat.

Baca juga:
Polda Jatim Gandeng FKUB Gelar Diskusi Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes