Pixel Codejatimnow.com

Pemain Gresik United U-17 Termotivasi Masuk Timnas Usai Latihan Bareng Skuad Maroko

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Sahlul Fahmi
Skuad Gresik United U-17 berfoto bersama skuad Maroko U-27 usai latihan bareng bersama di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. (Foto: Gresik United Official U-17 for jatimnow.com)
Skuad Gresik United U-17 berfoto bersama skuad Maroko U-27 usai latihan bareng bersama di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. (Foto: Gresik United Official U-17 for jatimnow.com)

jatimnow.comPiala Dunia U-17 memberi kesan mendalam bagi managemen, official maupun para pemain Gresik United U-17. Diluar dugaan, jelang kick off Piala Dunia U-17 lalu, skuad Joko Samudro muda berkesempatan berlatih bersama timnas Maroko, salah satu kontestan Piala Dunia U-17.

Saat itu, menjelang kick off Piala Dunia U-17, Maroko yang tergabung di Grup A bersama Timnas Indonesia, Ekuador dan Panama dengan venue di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, sedang mencari tim lokal untuk diajak latihan bersama.

Mendapat tawaran latihan bersama dari timnas Maroko U-17, managemen Gresik United U-17 langsung menyambutnya dengan penuh semangat. Setelah sepakat, latihan bersama itu digelar tanpa penonton di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (5/11/2023).

"Pertama tentu saya sangat bersyukur. Seperti mimpi bisa latihan bersama timnas Maroko, antara senang dan nervous. Bayangkan, saya dan teman-teman yang masih minim pengalaman harus berhadapan dengan timnas Maroko yang notabene kontestan Piala Dunia," kata Muhammad Ilham Noer, Kapten Gresik United U-17, Senin (11/12).

Muhammad Ilham Noer, kapten Gresik United U-17. (Foto: Gresik United Official U-17 for jatimnow.com)Muhammad Ilham Noer, kapten Gresik United U-17. (Foto: Gresik United Official U-17 for jatimnow.com)

Pemain dengan posisi gelandang serang itu mengungkapkan, setelah mendapat arahan dan motivasi dari tim pelatih akhirnya ia dan rekan timnya bersemangat untuk melayani permintaan latihan bersama skuad muda Maroko.

"Secara kualitas kami mengakui Maroko jauh di atas kami. Tapi ini bukan tentang menang atau kalah. Setidaknya dengan latihan bersama itu, saya dan rekan-rekan pernah merasakan atmosfer pertandingan dalam tekanan tinggi melawan tim kelas dunia," kenang pelajar SMK Manbaul Ulum, Giri, Kebomas, Gresik itu.

Baca juga:
Jadwal Gus Iqdam, Wajib Menang demi Tiket Semifinal

Kesan mendalam juga dirasakan pemain binaan SSB Petrokimia Gresik kelahiran 2006 itu. Momen latihan bersama timnas Maroko, baginya adalah pengalaman langka yang sangat berharga.

"Jujur ada perasaan bangga. Tapi yang lebih penting dari itu, setelah pertandingan saya jadi lebih termotivasi untuk meningkatkan potensi yang saya miliki agar bisa menjadi pesepak bola profesional berkualitas. Dan pastinya saya bercita-cita bisa mengenakan jersey merah putih dengan lambang Garuda di dada, syukur bisa merasakan tampil di Piala Dunia," ucapnya penuh semangat.

Bagi pelatih Gresik United U-17, Rijal Gung Putuwari, kekalahan 0-9 dari Maroko tak terlalu dipersoalkan. Namun dari latihan bersama itu banyak hal yang bisa dipetik dimana dirinya dan tim bisa belajar tentang bagaimana membentuk tim yang solid dan tangguh.

Baca juga:
Ditahan PSBS Biak 1-1, Laju Gresik United ke Semi Final Tersendat

"Dari situ kita bisa belajar bahwa membentuk tim bagus tentu butuh persiapan matang dan tidak instan. Prosesnya berjenjang dan semuanya berkaitan mulai managemen yang sehat, official dan pemain berkualitas, waktu, serta ditunjang pembiayaan yang mencukupi dan lain sebagainya," ujar Rijal.

Sementara Agus Indra Kurniawan, mantan pemain profesional yang kini menjadi pelatih caretaker Gresik United berkomentar bahwa kesempatan Indonesia menjadi tua rumah Piala Dunia U-17 membawa banyak manfaat. Terutama untuk perkembangan sepak bola nasional di masa mendatang.

"Dari ajang Piala Dunia U-17 kita bisa melihat langsung kualitas pemain Indonesia dengan kontestan lain. Dengan usia yang sama namun kualitas kita masih di bawah kontestan lain. Dan untuk memperbaiki, meningkatkan dan mengembangkan semua itu tentu dibutuhkan sinergi banyak pihak. Sebab kemajuan sepak bola nasional tentu menjadi tanggung jawab bersama insan sepak bola Indonesia," kata pria yang akrab dipanggil Jepang itu.