Pixel Codejatimnow.com

Pegiat Medsos Lamongan Diajak Lawan Hoax Pemilu 2024

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
KPU Lamongan saat melakukan sosialisasi kepemiluan kepada pegiat medsos. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
KPU Lamongan saat melakukan sosialisasi kepemiluan kepada pegiat medsos. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - KPU Lamongan menggerakkan pegiat media sosial (medsos) untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan kondusifitas Pemilu 2024.

Dalam kesempatan tersebut, pegiat medsos diarahkan untuk ikut melawan berita hoax serta diharap bisa membantu melakukan penyebarluasan informasi seputar kepemiluan.

Komisioner KPU Lamongan, Divisi Sosialiasi Pendidikan Pemilih, Partipasi Masyarakat, dan SDM, Khoirul Anam menyampaikan, medsos merupakan salah satu segmen yang tak bisa dilupakan pada saat ini.

Untuk itu, kata Anam, pihaknya ingin menjalin komunikasi lebih intens untuk meningkatkan kualitas komunikasi di ruang publik.

"Harapannya nanti pegiat ini bisa membantu KPU dalam penyebarluasan informasi seputar tahapan pemilu," katanya.

Baca juga:
Aktivis Surabaya Ini Laporkan Ketua KPU ke Polda Jatim, Begini Alasannya

Lebih jauh, tambah Anam, para pegiat ini bisa terhubung langsung ke KPU. Apabila ingin memuat informasi seputar pemilu rujukan situs dan web bisa terkontrol.

"Kami tunjukkan bila ingin memuat informasi seputar pemilu, rujukanya dan pemaparan data bisa aktual dan berimbang," urainya.

Dijelaskanya, bila upaya menggandeng pegiat medsos ini merupakan cara KPU melakukan kontrol informasi yang nanti bakal dikonsumsi masyarakat luas.

Baca juga:
KPU Trenggalek Verifikasi 39 Petugas Pemilu yang Dilaporkan Sakit

"Meminimalisir berita bohong, juga saya minta para pegiat medsos selektif memilah berita agar tak menimbukan kegaduhan," jelasnya.



KPK Jebloskan Kepala BPPD Sidoarjo ke Tahanan
Peristiwa

KPK Jebloskan Kepala BPPD Sidoarjo ke Tahanan

"KPK menetapkan dan mengumukan satu orang pihak yang dapat diminta pertanggungjawaban secara hukum dengan status tersangka AS, Kepala BPPD Sidoarjo," kata Ali .