Pixel Codejatimnow.com

Komando Cinta Kecewa dengan Bupati Hendy, Berpindah Hati di Pilbup Jember 2024

Editor : Zaki Zubaidi  
Emak-emak di Jember terus mendukung Gus Fawait maju di Pilbup 2024. (Foto: Budi for jatimnow.com)
Emak-emak di Jember terus mendukung Gus Fawait maju di Pilbup 2024. (Foto: Budi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Emak-emak di Jember yang tergabung dalam Relawan Komando Cinta mengaku kecewa dengan kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto selama ini. Jember dirasa membutuhkan pemimpin baru. Sebab itu, akan Komando Cinta berpindah hati di Pilbup Jember 2024.

Koordinator Relawan Komando Cinta, Kartika, mendesak anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Lumajang-Jember, Muhammad Fawait maju di Pilbup Jember 2024. Ia mengatakan sudah saatnya Jember dipimpin anak muda yang memiliki pemikiran perubahan.

"Jember butuh dipimpin anak muda yang punya memiliki komitmen mendatangkan kesejahteraan rakyat. Tentunya bagi semua emak-emak di Jember, semua itu ada pada Gus Fawait," jelas Kartika dalam siaran pers, Senin (22/1/2024).

Wanita yang juga pengusaha di Jember ini mengaku kalau selama dipimpin Bupati Hendy Siswanto tidak ada perubahan sama sekali.

"Dulu relawan emak-emak yang saya pimpin pernah menjadi bagian timses untuk Bupati Hendy saat Pilbup lalu. Namun setelah jadi, ternyata tak ada perubahan sama sekali di Jember terutama kesejahteraan," terangnya.

Baca juga:
Gus Fawait Tak Terbendung Melenggang ke DPRD Jatim Lagi

Oleh sebab itu di Pilbup Jember mendatang, pihaknya menaruh harapan ke Gus Fawait untuk maju menjadi calon Bupati Jember.

"Emak-emak yakin Gus Fawait akan mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat Jember," tegasnya.

Baca juga:
Catatan Kinerja Khofifah di Mata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim

Sebagai bentuk keseriusan, nantinya akan digalang dukungan seluruh Jember di kalangan emak-emak sampai tingkat desa agar mendukung dan memilih Gus Fawait di Pilbup Jember.

 

KPK Jebloskan Kepala BPPD Sidoarjo ke Tahanan
Peristiwa

KPK Jebloskan Kepala BPPD Sidoarjo ke Tahanan

"KPK menetapkan dan mengumukan satu orang pihak yang dapat diminta pertanggungjawaban secara hukum dengan status tersangka AS, Kepala BPPD Sidoarjo," kata Ali .