Pixel Codejatimnow.com

Freeport Bersihkan Sungai Gresik, Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2024

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Sahlul Fahmi
Aksi Bersih Sungai yang dilakukan PT Freeport Indonesia di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. (Foto: Dok. PTFI for jatimnow.com)
Aksi Bersih Sungai yang dilakukan PT Freeport Indonesia di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. (Foto: Dok. PTFI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2024, lebih dari 300 karyawan dan kontraktor proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) yang tergabung dalam Employee Voluntary Program berkolaborasi dengan masyarakat setempat melakukan aksi bersih sungai dan lingkungan di Desa Banyuwangi, Gresik.

Tidak hanya melibatkan kontraktor dan masyarakat, perwakilan Pemerintah Kabupaten Gresik, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), serta Camat Manyar juga ikut serta dalam aksi bersih sungai ini. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Sungai yang menjadi fokus aksi ini bukan hanya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memiliki nilai ekologis yang tinggi. Oleh karena itu, kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama," ungkap Zainul Arifin, Camat Manyar.

Selain kegiatan pembersihan sungai, PTFI juga bekerja sama dengan Wehasta (organisasi lingkungan Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta) menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif untuk masyarakat. Beberapa di antaranya adalah workshop penggunaan komposter aerobik dan pembuatan lilin dari pemanfaatan limbah rumah tangga.

Baca juga:
PT Freeport Indonesia Smelter Terapkan Zero Waste di Gresik

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam mengelola limbah organik secara efektif, serta menciptakan produk ramah lingkungan.

"Aksi ini merupakan awal dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan hidup. Workshop komposter aerobik memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan baru dalam pengelolaan limbah organik sebagai upaya pelestarian lingkungan," ungkap Wahyu Satrio Aulia, Koordinator Wehasta.

Baca juga:
DPRD Gresik Dorong Perusahaan dan Instansi Terapkan Industri Hijau

Acara ditutup dengan deklarasi komitmen bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dan Pemerintah Desa Banyuwangi untuk pengelolaan sampah.

"Dari aksi ini kita dapat mengumpulkan 1.8 ton sampah. Semoga aksi ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Perubahan positif dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama," tambah Emily Muteb, Manager Environment and Sustainability PTFI.