Pixel Code jatimnow.com

Ini Kronologi Kejadian Pelaku Curanmor di Ponorogo yang Kepergok Warga

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Ahmad Fauzani
Pelaku curanmor usai diamankan Polres Ponorogo. (Foto: Tangkapan layar video viral di media sosial)
Pelaku curanmor usai diamankan Polres Ponorogo. (Foto: Tangkapan layar video viral di media sosial)

jatimnow.com - Video seorang pria di Ponorogo yang kepergok mencuri sepeda motor di sekitar SPBU Nailan, Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, viral di media sosial.

Ada 3 video dengan berbagai durasi yang tersebar menampak pria berkaos warna merah muda berteriak memohon ampun. Pria tersebut diketahui berinisial P, warga Pasuruan.

“Sudah kami amankan. Sedang kami lakukan pemeriksaan,” ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Ryo Pradana, Kamis (18/4/2024).

AKP Ryo menjelaskan pelaku P memang berniat melakukan pencurian sepeda motor. Saat melakukan pencurian itulah, ia kepergok warga. 

“Ternyata ada warga yang memergoki, yang kemudian memanggil warga lain. (Aksi pencurian itu) digagalkan warga, ya mau mencuri motor,” kata mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini.

Baca juga:
Satlantas Polres Tulungagung Pasang Pintu Pengaman di Pos Polisi

AKP Ryo mengaku masih mengembangkan kasus ini. Karena tidak menutup kemungkinan, ada TKP lain di Bumi Reog.

“Diduga ada beberapa TKP lain di Ponorogo. Tapi masih kami dalami. Mohon waktu ya,” pungkas AKP Ryo.

Baca juga:
Viral Video Cek Cok Sopir Travel dan Taksi di Bandara Malang, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, pria di Ponorogo nyaris menjadi korban amuk massa setelah kepergok mencuri sepeda motor (curanmor). Video yang merekam insiden tersebut telah beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video tersebut, pria yang mengenakan baju merah muda, diduga pelaku curanmor, terlihat berteriak memohon ampun saat dikelilingi oleh puluhan orang yang siap menjatuhkan bogem mentah.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam