Pixel Codejatimnow.com

1096 CJH di Kota Malang Jalani Bimbingan Manasik Haji

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Gerhana
Para Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Malang mengikuti Bimbingan Manasik Haji Reguler di Gedung Islamic Center, Jalan Mayjen Sungkono Arjowinangun, Kedung Kandang, Kota Malang.
Para Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Malang mengikuti Bimbingan Manasik Haji Reguler di Gedung Islamic Center, Jalan Mayjen Sungkono Arjowinangun, Kedung Kandang, Kota Malang.

jatimnow.com - 1096 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Malang mengikuti Bimbingan Manasik Haji Reguler di Gedung Islamic Center, Jalan Mayjen Sungkono Arjowinangun, Kedung Kandang, Kota Malang.

Kepala Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan setiap harinya hingga 4 Mei 2024 mendatang. Kegiatan ini digelar supaya CJH dapat membiasakan diri terhadap alur dan tata cara ibadah Haji ketika di Arab Saudi.

"Manasik digelar setiap hari sampai tanggal 4, nanti tanggal 4 praktik, praktiknya disini, supaya disana tidak kaget, dan hajinya bisa dilaksanakan dengan baik," kata Gus Shampton, Sabtu (27/4/2024).

Ada peningkatan jumlah CJH asal Kota Malang dari tahun sebelumnya. Hal ini juga menyesuaikan adanya penambahan kuota 20 ribu CJH untuk Indonesia pada tahun 2024 ini dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

"Kita dapat bagian dari penambahan 20 ribu, kan dulu 221 ribu jemaah haji Indonesia, saat ini bertambah menjadi 241 ribu, kita juga ada tambahan, kalau tahun kemarin kita sekitar 900-an, sekarang pagu awal 1117 Kota Malang," katanya.

Untuk meminimalisasi kematian dan jemaah haji asal Indonesia yang sakit, Kemenag Kota Malang mewajibkan CJH untuk dipastikan sehat meskipun sudah melunasi biaya haji.

Baca juga:
Ratusan CJH asal Trenggalek Didominasi Lansia, Kemenag: Kondisi Masih Sehat

"Karena ada istithaah kesehatan yang harus dipenuhi, jadi sebelum melunasi, tidak boleh semua orang melunasi, harus dipastikan sehat, kalau sudah sehat baru boleh melunasi, itu upaya kita mengurangi kematian," katanya.

Selain itu, juga akan ada 5 orang menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) yang telah menjalani sertifikasi khusus.

"PHD ada lima, camat Kedungkandang itu juga PHD, pembimbing juga harus punya sertifikat, kalau tidak punya sertifikat tidak bisa. Jadi ini ada dari KBIH U yang jadi PHD, juga dari Kemenag 1 orang, Dinkes 1 orang, Pak Camat Kedungkandang," katanya.

Baca juga:
1 CJH asal Tulungagung Batal Berangkat, Ternyata Begini Kondisinya

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berharap, seluruh CJH dapat mengikuti kegiatan manasik dengan baik dan benar. Menurutnya, meskipun diperkirakan terdapat CJH yang sebelumnya pernah ke tanah suci tetapi terdapat adanya regulasi berbeda yang tidak dapat disamakan.

"Karena walaupun sudah ada yang pernah tetapi ada beberapa regulasi-regulasi yang wajib disampaikan dan diketahui calon jemaah haji, bisa tersampaikan dengan baik," katanya.