Pixel Codejatimnow.com

Pj Ketua PWNU Jatim Serukan Pilkada Damai, Tegaskan NU Netral

Editor : Yanuar D  Reporter : Ahaddiini HM
Kuliah Umum dan Halal Bihalal PCNU Sidoarjo di Masjid KH Hasyim Asy’ari Unusida. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Kuliah Umum dan Halal Bihalal PCNU Sidoarjo di Masjid KH Hasyim Asy’ari Unusida. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pj Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyerukan pesan damai menjelang Pilkada Serentak 2024, November nanti.

Menurut Gus Kikin, panggilan akrabnya, pro kontra adalah hal yang biasa. Penting untuk masyarakat tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan dalam pesta demokrasi tersebut.

"Kalau pro atau tidak adalah hal yang biasa, namun kita harus tetap betul-betul teroganisir dengan baik sehingga jelas siapa yang sibuk dengan kegiatan politik dan siapa yang kemudian mengisi masjid-masjid juga kampus-kampus," ucap Gus Kikin, di sela Kuliah Umum dan Halal Bihalal PCNU Sidoarjo di Masjid KH Hasyim Asy’ari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Sabtu (18/5/2024).

Gus Kikin juga menegaskan bahwa NU netral dalam kontestasi Pilkada ini. Sesuai tradisi, NU akan mencari petunjuk melalui istikharah.

Dalam acara itu, Gus Kikin juga menyinggung soal tantangan NU terkini. Di tengah modernisasi, penting menurutnya untuk menjaga keilmuan yang diwarisi oleh leluhur sampai pada Rasulullah SAW,

Baca juga:
PKS Jatim Sebar 200 Ribu Paket Daging di Momen Idul Adha 2024

"Tantangan NU ke depan, nomor 1 adalah keilmuan dimana kita akan tetap menjaga keilmuan ini sebagaimana kita menerima dan mewarisi keilmuan yang kita dapat dari leluhur sampai pada Rasulullah SAW, NU harus kita jaga tapi juga perlu modernisasi jadi kita tidak ketinggalan, kita modern namun pondasi kita jaga," terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, KH Zainal Abidin dalam acara tersebut juga turut berbicara mengenai perkembangan NU di Sidoarjo. Saat ini mereka memiliki sejumlah program unggulan. Selain di bidang pendidikan pihaknya juga tengah mencanangkan program masjid membangun masjid.

"PCNU Sidoarjo memiliki program unggulan seperti masjid membangun masjid, dimana mengumpulkan dana dari masjid-masjid se-Kabupaten Sidoarjo kemudian digunakan untuk membangun masjid baru. Saat ini fokus pada pembangunan Masjid KH Hasyim Asy’ari yang pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal menghabiskan dana sebesar 45 Milyar yang sekarang sudah mencapai 60 persen," terangnya.

Baca juga:
Kopi Pagi Tulungagung Deklarasikan Dukung KH Marzuqi Mustamar Maju Pilgub Jatim

Selain itu juga program madrasah membangun madrasah, hal ini karena di Sidoarjo memiliki penduduk yang sangat beragam dengan banyak perumahan, sehingga PCNU ingin ada masjid dan madrasah NU di area-area perumahan tersebut.

"Jadi tidak akan ada kelompok lain yang akan membangun masjid dan sekolah di area tersebut. Program membangun madrasah dan masjid memang membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi tidak mengapa karena akan bermanfaat di masa depan," jelasnya.