Pixel Codejatimnow.com

Support Indonesia Emas, Gus Fawait: Anak Guru Ngaji di Jember Kuliah Gratis!

Editor : Zaki Zubaidi  
Muhammad Fawait. (Foto: dok. jatimnow.com)
Muhammad Fawait. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Bakal calon bupati (Bacabup) Jember Muhammad Fawait mensupport penuh Indonesia Emas 2045. Salah satu bentuk dukungannya adalah rencana memberikan kuliah gratis bagi anak guru ngaji di Jember.

Hal ini akan direalisakan bila Gus Fawait dipercaya menjadi Bupati Jember di Pilkada 2024 ini.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini, guru ngaji sudah ada semenjak Indonesia merdeka sampai hari ini.

"Sebelum pemerintahan memberlakukan pendidikan gratis, guru ngaji sudah lebih dulu mempraktikkan pendidikan gratis," kata Gus Fawait Sabtu (25/5/2024).

Sehingga, lanjut Gus Fawait, sudah selayaknya ke depan guru ngaji ini harus diperhatikan lebih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

"Komitmen kami, guru ngaji tunjangannya harus dinaikkan," tegas Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.

"Tunjangan itu diberikan dengan layak dan terhormat. Tidak boleh lagi guru ngaji antre. Jangan! Itu guru kita. Yang mengantar kita dari dunia ke surga adalah guru kita. itu dawuhnya kiai saya," imbuh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib Al Qodiri 4 Jember.

Baca juga:
Unipar Jember Siap Support Rencana Gus Fawait Beri Beasiswa Disabilitas

Tak cukup sampai di situ, Gus Fawait juga memikirkan masa depan anak-anak para kiai di Jember. Para anak guru ngaji itu akan mendapatkan beasiswa kuliah gratis.

"Dan putra-putrinya akan kami kuliahkan gratis, biayanya ditanggung Pemkab Jember," tandas alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Selain anak guru ngaji, Gus Fawait juga menarget kuliah gratis untuk anak petani, buruh tani, anak guru, anak RT/RW, anak nelayan dan santri.

Baca juga:
6 Partai Non-Parlemen Jember Deklarasi Dukung Gus Fawait Si Anak Desa

Ia pun berharap, semoha anak-anak Jember lebih soleh-solehah, lebih barokah dan bisa menjadi penerus generasi penerus yang berkualitas.

"Apalagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 ketika kita menghadapi bonus demografi. Mudah-mudahan Indonesia segera menjadi negara maju," pungkas Gus Fawait.