Pixel Codejatimnow.com

Ahmad Dani Ditipu Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Gadungan

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Misbahul Munir
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Ahmad Dani menjadi korban penipuan yang bermodus sebagai Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya. Ya, ini Dwi Ahmad Dani warga Jalan Wonokitri, Kecamatan Sawahan Surabaya, bukan pentolan band Dewa 19.

Pelaku berinisial KK berhasil menggondol uang Rp5juta dan motor milik korban.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengungkapkan, kasus penipuan bermula ketika korban Ahmad Dani dan pelaku secara tidak sengaja bertemu di rumah E di wilayah Menganti, Gresik yang memiliki usaha gadai motor.

Korban bermaksud menanyai soal motornya yang digadaikan tempo hari. Namun, saat itu yang E tidak ada dirumah.

"Tersangka KK mengaku (kepada korban) bernama RH. Pelaku mengaku-ngaku sebagai Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya. Selanjutnya tersangka dan pelapor saling bertukar nomor," ujar, Hendro, Rabu (29/5/2024).

Setelah pertemuan itu, lanjut Hendro, keduanya saling berkomunikasi dan selanjutnya bertemu di sebuah warung kopi, Jalan Balongsari Tama, Kecamatan Tandes. Tersangka menawarkan sepeda motor dengan seharga Rp5 juta.

Baca juga:
Ditipu Rekan Bisnis Rp1,4 Miliar, Pengusaha Kota Malang Melapor ke Polisi

"Pelapor tertarik, karena tersangka mengaku anggota polisi. Pelapor menyerahkan dana tunai Rp3 juta dan sisanya ditransfer ke dua nomor rekening tersangka," ujarnya.

Setelah uang diterima, pelaku tiba-tiba menghilang dan sulit untuk dihubungi. Kejadian ini pun sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Alhasil aparat kepolisian yang mengetahui kabar penipuan tersebut langsung melakukan pendalaman kasus.

"Ternyata pelaku telah mengambil empat sepeda motor dari tempat gadai itu. kemudian dengan kejadian tersebut dilakukan profiling dan diperoleh identitas pelaku," ujarnya.

Baca juga:
2 WNA Diamankan Imigrasi Blitar Gegara Galang Dana Berkedok Bantuan Palestina

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku ketika berada di Jalan Semarang, Kecamatan Bubutan.

"Modusnya, mengaku sebagai Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya," tutupnya.