Pixel Codejatimnow.com

Pria Ngaku TNI Bawa Kabur RX King Warga Tuban saat COD

Editor : Yanuar D  
Pria ngaku TNI bawa kabur motor. (Foto: Humas Polres Tuban/jatimnow.com)
Pria ngaku TNI bawa kabur motor. (Foto: Humas Polres Tuban/jatimnow.com)

jatimnow.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban mengamankan BS (29) warga Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Pria ini ngaku sebagai TNI dan membawa kabur motor warga saat COD.

Pria itu diamankan atas dugaan penggelapan sebuah motor Yamaha RX King warna hitam dengan nopol S 6172 FP milik Prinoto (34) warga Desa Hargoretno Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Rianto mengatakan, peristiwa bermula pada tanggal 14 Mei 2024 saat korban menuliskan niatnya membeli motor melalui akun Facebook. Dia juga menyertakan nomor handphone.

Kemudian pada tanggal 16 Mei 2024 nomor tersebut mendapat chat dari nomor WhatsApp  08781218XXXX yang bermaksud menanyakan kepada korban apakah masih mencari motor. Mendapat chat tersebut kemudian korban menanyakan kepada pelaku jenis motor yang akan dijual.

Pelaku pun membalas bahwa ia memiliki motor jenis Suzuki Arasi dan mengirim foto motor tersebut.

Korban yang berminat melakukan penawaran dengan pelaku, hingga disepakati harga Rp.1,35 juta. Lalu, korban dan pelaku bertemu untuk bertransaksi di depan masjid dekat Kecamatan Merakurak yang saat itu korban menaiki sepeda motor Yamaha RX King warna hitam.

Saat bertransaksi pelaku memperkenalkan diri sebagai anggota TNI bernama Niko Alexa yang tinggal di Markas Kompi senapan C 521 Tuban dan menyuruh korban untuk menyimpan nomornya.

Kemudian pada tanggal 17 Mei 2024 pelaku kembali menghubungi korban dan menyatakan tertarik dengan motor Yamaha RX King yang dibawa korban saat bertransaksi dengannya.

“Korban pun mempersilahkan pelaku untuk datang sekaligus bermain di rumahnya,” ujar AKP Rianto,Jumat (30/5/2024).

Setelah disepakati dengan harga Rp30 juta pada hari Rabu 22 Mei 2024 sekira pukul 22.30 WIB pelaku bersedia datang ke rumah korban, namun pelaku meminta untuk dijemput di Desa Pucangan, Kecamatan Palang.

"Pelaku sempat menginap di rumah korban, sebelum membawa kabur motor korban," kata AKP Rianto.

Baca juga:
Oknum TNI Gadungan Diamankan saat Kencani Cewek Bojonegoro

Kemudian pada Kamis 23 Mei 2024 sekira pukul 05.00 WIB pelaku meminta kepada korban untuk diantar menuju Masjid Al Falah Tuban.

Setelah sampai di lokasi pelaku meminjam motor korban berikut STNK dan BPKB nya dengan alasan akan mengambil uang untuk pembayaran motor tersebut di Kompi.

"Pelaku beralasan bahwa untuk masuk ke dalam Kompi harus menunjukkan surat-surat kendaraan," jelas AKP Rianto.

Mendapat alasan itu, korban langsung percaya dan menyerahkan motor berikut surat-surat kendaraan.

Namun setelah lama menunggu ternyata pelaku tidak kembali kemudian korban berinisiatif untuk mendatangi Markas Yonif 521 Senapan C.

Baca juga:
Mobil Bernopol Palsu yang Digrebek Kodim 0812 Lamongan, Milik Warga Sipil

Korban menanyakan kepada  petugas yang berjaga, didapati bahwa orang yang mengaku bernama Niko Alexa bukanlah anggota TNI dari Kompi senapan C 521, kemudian korban diantar untuk melapor ke Polres Tuban.

Pelaku berhasil diamankan polisi pada Senin 27 Mei 2024 malam dan kepada polisi pelaku mengaku motor tersebut telah dijual secara online kepada orang yang tidak dikenal.

"Dari pengakuan tersangka motor tersebut dijual dengan harga 16 juta rupiah,” tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 378 atau 372 KUHP tentang tindak pidana Penipuan atau penggelapan.

"Ancaman hukumnya 4 tahun penjara,” pungkas AKP Rianto.