Pixel Codejatimnow.com

DPPPA Lamongan Catat 15 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Awal 2024

Editor : Yanuar D  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Ilustrasi.
Ilustrasi.

jatimnow.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Lamongan, menunjukkan fakta memilukan di awal tahun 2024 ini. Jumlah kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak mencapai 15 kasus.

Lebih rinci, DPPPA Lamongan menyebut 15 kasus tersebut yakni 6 kekerasan terhadap perempuan dan 9 kekerasan menimpa anak selama 2024 atau Januari sampai Juni ini.

Sebanyak 2 kasus kekerasan perempuan yakni Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), kasus pelecehan yang memanfaatkan dunia maya, bisa jadi penyebarluasan konten sensual yang dilatarbelakangi hubungan buruk korban dan pelakunya.

2 kasus lainya yakni Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), 1 kasus bulliying, dan 1 kasus kekerasan seksual seperti pemerkosaan dan lain sebagainya.

Sementara itu, kasus kekerasan anak cukup memilikuan dengan 9 kasus didominasi pelecehan seksual sebanyak 4 kasus, 2 kekerasan fisik, dan 3 pelaku kekerasan atau Anak Berurusan dengan Hukum (ABH).

Baca juga:
Ayah Penganiaya Bayi 8 Bulan di Probolinggo Ditangkap, Ngaku Khilaf

"Data ini diambil atas kasus yang ditangani Unit PPA Polres Lamongan yang secara tidak langsung melibatkan kami," ungkap Kepala Dinas PPPA Lamongan, Umuronah, Senin (3/6/2024).

Beberapa pekan terakhir, Polres Lamongan memang tengah menangani kasus kekerasan perempuan dan anak. Minggu lalu saja, Polres Lamongan berhasil mengungkap 1 kasus pemerkosaan, 1 pencabulan dan menangani 1 kasus KBGO.

Baca juga:
Implementasi SDG 16 di Sekolah Dasar Melalui Edukasi dan Kampanye Sosial Anti Kekerasan

Sementara itu, Umuronah membeberkan bahwa langkah yang sudah dilakukan untuk menekan angka kasus kekerasan ialah gencar sosialisasi yang rutin digelar di kecamatan.

"Sosialisasi di sekolah-sekolah, dan masyarakat umum di kantor kecamatan, upaya lain yakni pengadaan rol banner tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak kami distribusikan ke seluruh kecamatan," urainya.