Pixel Codejatimnow.com

Fakta-fakta Penganiayaan Lansia Tunanetra di Sumenep

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Fathor Rahman
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Kasus penganiayaan terjahadap penyandang disabilitas terjadi di Sumenep. Korban tunanetra adalah SH (54) warga Dusun Junjang, Desa Batang-Batang Laok Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Berikut fakta-fakta yang dihimpun redaksi:

1. Pelaku mertua dan menantu

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan pelaku yakni MW (50) dan menantunya yakni T (35) warga Dusun Junjang Desa Batang-Batang Laok Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep.

2. Dipicu masalah pencairan dana koperasi

Widiarti mengatakan kejadian itu bermula pada Rabu 22 Mei 2024 saat MW mendatangi rumah korban untuk menanyakan pencairan dana Koperasi PNM-Mekaar. Namun korban menjelaskan kalau ada anggota Mekar yang belum melunasi pembayaran, sehingga pencairan ditunda sampai dengan besok hari.

Keduanya lalu terlibat cekcok hingga MW mengumpat dan menghina korban.

Baca juga:
Respons Pj Wali Kota Batu soal Pelajar Tewas Usai Dikeroyok

"Iya pelaku sempat mengucapkan kalimat hinaan 'dasar orang buta' pada korban. Lalu setelah itu menganiaya korban," ujar AKP Widiarto, Selasa (4/6/2024).

3. Nyaris dibacok

Tak sampai di situ, lanjut AKP Widiarti, pelaku sempat mengeluarkan sebilah celurit yang diselipkan di balik bajunya. Namun, cekcok keduanya berhasil dilerai oleh warga sekitar yang mendengar keributan di rumah korban.

Baca juga:
Pelajar SMP di Kota Batu Tewas Dikeroyok Teman, DPRD Segera Panggil Kadindik

4. Pelaku aniaya korban

Meski sempat dilerai warga, keesokan harinya, Kamis 23 Mei, pelaku kembali mendatangi rumah bersama menantunya, T. Setibanya di rumah korban dua pelaku melakukan penganiayaan hingga korban mengalami luka di wajah dan punggung .

"Korban sudah mendapatkan penanganan medis dan saat ini kami juga sudah mengamankan dua pelaku yang terlibat. Kasus ini masih kami dalami," pungkasnya.