Pixel Codejatimnow.com

Soal Pasien Gagal Operasi di Lamongan, Berikut Klarifikasi RSUD dr Soegiri

Editor : Endang Pergiwati  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Halaman depan RSUD dr. Soegiri Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Halaman depan RSUD dr. Soegiri Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - RSUD dr Soegiri Lamongan mengklarifikasi soal pasien yang gagal operasi diduga karena ditinggal dokter naik haji. RS Plat merah itu meluruskan info perihal adanya dugaan sikap kurang profesional tersebut.

Wakil Direktur Bagian Pelayanan dan Penunjang, RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rahman menyebutkan pasien bernama Priyanto, asal Desa Tanjungmekar, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, pada Senin (3/5/2024) memang dijadwalkan menjalani operasi. Wadir Abdur juga mengakui bahwa dokter yang akan melakukan tindakan operasi juga akan berangkat haji.

"Yang pertama, dokter mau naik haji itu betul, tapi masih belum berangkat. Bahkan kemarin itu masih operasi 5 pasien malahan," ungkap Abdur Rahman, Selasa (4/6/2024).

Dijelaskan dr. Abdur, pasien Priyanto memang memiliki gangguan di saluran kencing atau gangguan prostat dan paru. Pasien tersebut termasuk pasien kronis dan ada 2 dokter yang menangani.

"Pasien ini memang direncanakan melakukan tindakan operasi, sudah disiapkan sampai konsul dokter anastesi, paru, jantung juga," bebernya.

Nah, lanjut dr. Abdur, pada saat akan dilaksanakan operasi pada Senin (3/6/2024) kemarin ternyata ada kecemasan mungkin di pasien. Mendadak pasien memberontak, infus dicabut dan kantong urinenya dilepas.

Baca juga:
Pasien RSUD Lamongan Gagal Operasi Diduga Gegara Ditinggal Dokter Naik Haji

"Kalau operasi itu kan butuh sikap kooperatif, kemudian ada masalah ketidakkooperatifan tadi tiba-tiba berontak, padahal semua obat dan dokter juga sudah siap," katanya.

dr. Abdur menegaskan, pasien kemudian tiba-tiba turun minta pulang, sementara pihak keluarga juga memutuskan untuk tidak dilakukan operasi. Keluarga korban sudah bertanda tangan batal operasi.

"Jadwal operasinya pukul 10.00, kemudian pasien pulang pukul 12.00. Dan pukul 14.00 keluarga sempat kembali untuk meminta maaf kepada RSUD dengan alasan telah merepotkan," urainya.

Baca juga:
RSUD dr Soegiri Lamongan Waspadai Lonjakan Pasien Diare Pasca-Lebaran

Selain itu, dr. Abdur juga mengklarifikasi perihal pasien yang diminta membayar sejumlah uang saat mengurus administrasi.

"Pasien berstatus BPJS tidak dikenakan biaya apapun," ucap dr Abdur..

"Sudah saya cek, dan pastikan bahwa tidak ada permintaan untuk membayar. Pasien menyelesaikan pembayaran sesuai prosedur BPJS," tutupnya