Pixel Code jatimnow.com

Pemkot Surabaya Fasilitasi Pejabat Mobil Listrik, Siapkan Rp6 Miliar untuk Sewa

Editor : Yanuar D   Reporter : Ni'am Kurniawan
Ilustrasi mobil listrik. (dok. jatimnow.com)
Ilustrasi mobil listrik. (dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan konversi kendaraan dinas operasional pejabatnya. Konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik nantinya akan dilakukan dengan sistem sewa.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, alasannya memilih sewa karena biaya akan lebih murah ketimbang harus membeli kendaraan baru. 

"Kalau kita itu punya, beli mobil terus kita lakukan perawatan sendiri, itu lebih mahal. Makanya kita kemarin menyampaikan, wis didol kabeh ae (dijual saja semua) kita lakukan sewa mobil,” kata Eri, dalam siaran resminya, Rabu (19/6/2024).

Eri mengatakan, jika ada yang menyewakan kendaraan bermotor listrik dengan harga murah, maka ia memutuskan akan menggunakan kendaraan listrik.

Baca juga:
MPLS di Surabaya, Guru hingga Kepala Sekolah SD Pakai Kostum Unik Sambut Siswa

"Nah, ini saya masih melihat (harga) sewanya berapa. Itu kalau nanti insya Allah lebih murah atau sama, saya akan pakai mobil listrik nanti. Jadi mobil dinas kita ganti semuanya,” katanya.

Rencananya, kendaraan dinas operasional yang akan diganti akan digunakan oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. Bahkan, ia mengaku, juga akan menggunakan kendaraan listrik untuk kebutuhan perjalanan dinasnya.

Baca juga:
Tiap Kelurahan di Surabaya Punya Ambulans, Warga Bisa Manfaatkan Gratis

Total kendaraan dinas yang akan diganti rencananya ada sekitar 70 unit. Sedangkan anggaran yang disiapkan oleh Pemkot Surabaya untuk pengadaan kendaraan di tahun ini, sekitar Rp6 miliar.

"Insya Allah 70 unit, anggarannya Rp6 miliaran. Karena kan kita menghitungnya dalam waktu lima tahun, nah dalam waktu lima tahun itu kita hitung, mengeluarkan untuk apa saja. Contohnya perawatan, karena mobil baru ini kan semakin lama akan semakin turun nilainya, nah nanti kita hitung dalam waktu lima tahun itu lebih untung atau rugi, makanya kita efisienkan anggarannya saja,” jelasnya.