Pixel Code jatimnow.com

Pameran Tunggal Bayu Kabol di Galeri Surabaya, Wajah-wajah dalam Cermin Diri

Editor : Endang Pergiwati  
Bayu Kabo di samping karya lukisan berjudul Menuju Perjalanan Self Portrait. (Foto: Endang Pergiwati/jatimnow.com)
Bayu Kabo di samping karya lukisan berjudul Menuju Perjalanan Self Portrait. (Foto: Endang Pergiwati/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan lukisan wajah dengan beragam warna yang menyolok terpajang di dinding Galeri Surabaya, Komplek Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo No.15 Surabaya. Namun bagi sang pelukis, Bayu Kabol, itu bukan sekedar lukisan wajah, melainkan potret diri.

"Wajah-wajah ini adalah potret diri. Ini adalah transisi diri saya dari sebelumnya saya gondrong, hingga sekarang ini saya sudah tidak gondrong, tapi ini bukan hanya soal fisik," ucap Bayu Kabol sambil menunjuk pada lukisan wajah dengan rambut panjang dan tanpa rambut, Rabu (19/6/2024) petang.

Wajah-wajah itu ada pula yang ditampilkan dalam potongan-potongan yang dikumpulkan serupa mozaik.

"Seperti potongan cermin yang dikumpulkan," ucapnya.

Mungkin bisa dikatakan bahwa deretan lukisan wajah ini adalah perjalanan kehidupan si pelukis Bayu Kabol sendiri, yang nampaknya senantiasa melihat ke dalam diri sendiri.

"Bagi saya, bercermin itu penting. Manusia memang harus sregep (rajin) bercermin, introspeksi, melihat ke dalam diri sendiri. Itu bagian dari spiritual," jelasnya.

Kabol, sapaan akrabnya, mengaku menggarap karya-karyanya ini dengan aliran Art Brut, yang dimaknainya sebagai seni brutal, menghadirkan sosok manusia dengan garis-garis yang berani dengan aneka warna yang tajam dan tebal.

Sebagian orang mungkin memahami Art Brut sebagai karya seni yang dahulu dipelopori kaum "pinggiran", yaitu orang-orang yang tidak melewati pendidikan seni secara formal. Karya-karya Art Brut menyimpan semangat pemberontakan, karena itu tidak tunduk pada kaidah atau standar nilai kolektif.

Baca juga:
Pameran Lukisan Hitam Putih di Galeri Dekesda Sidoarjo, Bukan Hanya Soal Warna

Husna, salah satu pengunjung pameran lukisan.Husna, salah satu pengunjung pameran lukisan.

Pola Art Brut yang dihadirkan Kabol, di antaranya adalah mencipta karya dari apapun materi yang ada di sekitarnya, seperti kain blaco, potongan kusen pintu, bahkan juga plastik PVC. Selain itu, penciptaan karya semata-mata didasarkan oleh dorongan dari hatinya sendiri.

Pola Art Brut dirasakan Kabol sebagai pola yang paling pas bagi dirinya melahirkan karya.

"Sekitar 4 tahun terakhir ini, saya menggunakan Art Brut. Sebelumnya, ya realis," tuturnya.

Baca juga:
Pelukis Belia Bawa Pesan Lingkungan lewat Pameran di Balai Pemuda Surabaya

Mungkin memang tidak banyak yang bisa diucapkan dengan kata-kata oleh sang pelukis terkait karya-karyanya ini. Namun dari karya itu, masyarakat audien bisa jadi mendapatkan pemaknaan mendalam yang sangat personal, seperti yang disampaikan salah satu pengunjung pameran bertajuk Born yang digelar mulai Rabu (19/6/2024) hingga Minggu (23/6/2024).

"Saya merasa mendapat banyak makna dari karya-karya ini, seperti menceritakan masa kecil, lika liku kehidupan, perjalanan hidup," ucap Husna, mahasiswi Universitas Trunojoyo Bangkalan.