Pixel Code jatimnow.com

Musik Kontemporer Selendang Biru Tak Pernah Usai Bikin Kagum Warga Pacitan

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Ahmad Fauzani
Salah satu pertunjukkan dalam gelaran Selendang Biru Tak Pernah Usai. (Foto: Prokopim Pacitan for jatimnow.com)
Salah satu pertunjukkan dalam gelaran Selendang Biru Tak Pernah Usai. (Foto: Prokopim Pacitan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di Pacitan dipenuhi ribuan penonton yang terpesona oleh pertunjukan musik kontemporer berjudul Selendang Biru Tak Pernah Usai, Kamis (20/6/2024).

Acara dibuka dengan lagu Lesung Jumengglung karya Ki Narto Sabdo ini berhasil menghadirkan pengalaman musik yang mendalam dengan sentuhan modern yang memukau.

Komposer terkenal Gondrong Gunarto turut menyumbangkan karyanya dalam mengadaptasi gending-gending klasik Ki Narto Sabdo ke dalam konteks musik milenial, sebuah inovasi yang diterima dengan hangat oleh generasi muda yang mendominasi penonton malam itu.

"Bertujuan untuk memperkenalkan kembali karya-karya besar Ki Narto Sabdo kepada semua kalangan, khususnya generasi muda," ujar Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.

Konser ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Gondrong Gunarto, yang telah sukses menggelar acara serupa tahun lalu di Benteng Pendhem Van Den Bosch, Ngawi.

Baca juga:
Emil Dardak Sebut Museum dan Galeri SBY Ani Bisa Dorong PAD Pacitan

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan warisan budaya seperti gending karawitan Jawa melalui pendekatan yang sesuai dengan zaman.

"Konser ini merupakan bukti nyata bahwa generasi masa kini terus menghidupkan dan membumikan kembali karya seniman terdahulu seperti Ki Narto Sabdo," jelas Mahendra.

Baca juga:
Pesan Moral SBY untuk Pemimpin Bangsa Mendatang

Gondrong Gunarto menambahkan, pertunjukan ini adalah wujud penghargaan kami terhadap Ki Narto Sabdo dan sebagai upaya mendekatkan gending karawitan kepada pendengar muda. Gaya musik yang merakyat dan mudah dinikmati telah membawa nuansa spesial di Pacitan, tempat yang kaya akan budaya dan seni.

Konser yang dihadiri oleh sejumlah musisi tanah air, seperti Dimas Arie Perdana alias Selagood dan Fanny Soegiharto ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional dalam perpaduan yang modern.

KAI Daop 8 Surabaya Tutup JPL 38 dan 39 Sidoarjo
Peristiwa

KAI Daop 8 Surabaya Tutup JPL 38 dan 39 Sidoarjo

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan penutupan perlintasan ini merupakan langkah untuk mengamankan perjalanan kereta api, pengendara serta masyarakat sekitar.