Tak Masuk Akal, Begini Cara Pelaku Penipuan Bermodus 'Gentong Ajaib'

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Mita Kusuma

Korban penipuan 'gentong ajaib' saat menjelaskan modus pelaku

jatimnow.com - Warga Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo geger. Pasalnya, sesepuh setempat, Muhammad Sabil (56) ditipu mencapai puluhan juta.

Cara penipuannya pun tak masuk akal, karena bermodus penggandaan uang dengan menggunakan Gentong Ajaib.

Sabil mengaku, awalnya pelaku, Siswanto (40) ke rumahnya minta tolong. Entah kenapa, justru sebaliknya dia yang terkena jebakan.

Sabil menjelaskan, aksi pelaku seperti belut. Karena menyuruhnya untuk lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa.

"Salat lima waktu, puasa 21 hari dan lain-lain. Saya percaya saja. Padahal orangnya gak pernah salat," terangnya.

Ia menjelaskan, ia awalnya menyerahkan uang mahar Rp 3 juta. Kemudian ditaruh di amplop putih di bawah bantal.

"Tapi beberapa menit kemudian hilang berganti kertas putih. Katanya diambil makhluk gaib untuk digandakan," kata Sabil sambil mempraktekkan kasus yang menimpanya, Rabu (14/3/2018).

Kejadian seperti ini berulang kali, sampai 17 bulan lamanya. Karena, ia mengenal pelaku sejak 17 bulan lalu.

"Awal 2018, baru lah ada gentong ajaib dan satu ulekan yang diletakkan di kamar. Katanya kalau uang ditaruh digentong bertambah banyak," bebernya.

Caranya, lanjut dia, uang dimasukkan ke dalam amplop, kemudian dimasukkan ke dalam kain mori. Baru kemudian dimasukkan ke gentong ajaib.

“Nah yang memasukkan ke dalam gentong itu hanya pelaku, saya dan dua anak saya tidak boleh, kami pun tidak tahu jika uang yang kami masukkan diganti uang palsu sama pelaku” terang Sabil.

Ia mengaku, ketika ketemu pelaku manut. Seperti orang kena gendam. Karena tidak sadar menyetor uang berkali-kali.

"BPKB saya sampai digadaikan pelaku di Wonogiri. Saya kena ilmu hitam. Semua saya iyakan," katanya.

Puncaknya kemarin, Selasa (13/3/2018) siang. Salah satu anak korban, Agus tiba-tiba marah dengan pelaku yang semakin mencurigakan. 

"Katanya bisa memanggil arwah, ditantang sama anak saya. Bahkan sampai dibawakan linggis. Akhirnya  kabur, dikejar sama saya dan anak saya. Pelaku sempat tercebur kolam, setelah tertangkap, karena saya kasihan akhirnya saya lepas. Tapi dua anak saya lapor ke Polsek Siman,” imbuh Sabil.

Akibat kejadian pengejaran tersebut, Sabil dan dua anaknya tidak tidur semalaman berjaga jika sewaktu-waktu pelaku kembali dan menghajar keluarga Sabil. Apalagi ada yang melihat pelaku di sekitar rumah Sabil

Salah satu anak korban, Fiqi Nurfadillah (17) membenarkan apa yang diucapkan ayahnya. “Saya dan kakak ketakutan jika pelaku kembali kesini dan menghajar kami, makanya kami berinisiatif melaporkan kejadian ini ke Polsek Siman agar tersangka segera diamankan,” pungkasnya.

 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter